"Wiishhh... Lagi ngomongin apa nih? Serius banget?" Di tengah atmosfer serius antara Erick dan Liam di ruang kerja dokter itu, Sakti tiba-tiba datang membawa kantung berisi makan siang yang cukup disantap oleh mereka bertiga. "Makan siang dulu, guys. Jangan kerja terlalu keras. Kita mati perusahaan toh akan langsung dapet yang baru." Selentingan itu jelas hanya bisa didengar dari mulut Sakti. Yah, meski perkataannya benar sekalipun. "Kata orang yang punya dua gelar dan dua kerjaan." Sindir Erick berdiri dari kursi yang didudukinya, berpindah ke sofa yang biasa di tempati ramai-ramai siapa pun pengunjung ruangan itu. Liam juga ikut bangun dari kursi konsultasi yang semula ditempatinya. "Beli apaan, Sak?" "Pizza, ada pasta juga. Kalian lagi ngomongin apa tadi? Gue tanya nggak dijawab."

