Tabitha terbangun setelah aktifitasnya semalam dengan Arthur, bahkan wanita itu masih bergelung dengan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Ia melirik kearah Arthur yang masih tertidur dengan lengan dibawah kepalanya. Tabitha sedikit tidak nyaman dengan perutnya, ia merasa perutnya keram. Wanita itu sedikit meringis saat keram diperutnya semakin menjadi-jadi, ia ingin membangunkan Arthur tapi ia urungkan karena takut merepotkan suaminya lagi. Alhasil wanita itu menahanya, ia bahkan sempat meneteskan air matanya karena keram diperutnya yang menyiksa. Tak lama sebelah ranjang yang Arthur tempati bergerak, Tabitha yang merasakan pergerakan Arthur langsung menutup matanya ia tak ingin Arthur tau rasa sakit yang mendera perutnya. Arthur terbangun ia melirik kearah Tabitha dengan dahi

