“Bi, lo baik - baik aja ?” Tanya fareta di sela - sela kegiatan makannya. “Kenapa gue harus nggak baik - baik aja ?” Tanya balik bianca. “Semua orang sedang memperhatikan kita. Dan gue yakin mereka juga pasti sedang memikirkan hal yang tidak - tidak pada kita.” “Lalu ?” “Lo… nggak terpengaruh karena hal itu ?” Tanya fareta lagi. Bagaimana tidak sejak tadi wajah bianca menunjukkan ketenangan dan juga seolah tak peduli dengan semua perkataannya. “Sejak dulu gue selalu dibicarakan semua orang. Terlepas benar atau salah mereka tak akan pernah peduli tentang hal itu.” “Hm, gue setuju.” Kata fareta yang menyetujui bianca begitu saja. “Gue nggak pernah tau apa kepuasan yang mereka dapatkan ketika berhasil membicarakan hidup orang lain.” “…” fareta hanya diam dan memperhatikan cara bianca

