Agrin bersusah payah menarik tubuh Tristan sampai ke kamar, ia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mengangkat tubuh Tristan ke atas ranjang. Pria itu sudah tertidur pulas setelah puas menangis di pelukan Agrin. Agrin mulai melepas sepatu Tristan, ia juga membuka kemeja yang membalut tubuh kekar itu. Agrin mencari walk in closet milik Tristan, ia melihat sebuah pintu lalu membuka ruangan itu. Mulutnya terbuka lebar karena melongo melihat koleksi pakaian, tas, sepatu, dan perlengkapan fashion lainnya. "Mewah sekali, ini semua miliknya, bagaimana ini bisa tersusun rapi seperti ini, bukankah pria ini tinggal sendiri," batinnya. Agrin meraba satu persatu koleksi jam tangan milik Tristan, ia tahu betul harga jam itu pasti mencapai ratusan juta hanya dengan melihat desain dan merk jam

