Tristan berdiri lalu melepas gelas yang ada di tangannya hingga jatuh ke lantai, ia langsung memeluk tubuh Agrin. "Ini benar kau kan? aku tidak melakukan kesalahan lagi kan? aku bukan memeluk wanita lain kan?" cecar Tristan yang sudah berada di dalam pelukan Agrin. "Apa maksud mu?" tanya Agrin menutup hidungnya karena tak tahan mencium bau alkohol yang keluar dari mulut Tristan, tetapi ia sama sekali tak menolak pelukan Tristan. "Tadi aku mencium bibir wanita jalang, bau mulutnya sangat tidak enak, berbeda dengan bau mulutmu, sangat enak, " kekeh Tristan. Rey mendelik sedangkan Agrin menutup mulut Tristan. "Apa yang kau ucapkan? tadi kau bilang mencium bibir wanita jalang?" tanya Agrin mengernyitkan dahinya. "Ya, tadi aku pikir itu kau," rengek Tristan yang masih berada dalam de

