"Apa-apaan ini Ervand!" bentak sang Papa. Ervand dan Marsha bahkan sudah bersujud di depan kedua orang tua Ervand dengan tangan saling bergandengan. "Pa, ma-afkan aku Pa, sejak awal aku memang masih mencintai Marsha, aku bodoh karena terbawa emosi dan menerima perjodohan dengan Putri Om Aksa," Wanita paruh baya yang merupakan Mama dari Ervand sekaligus Ibu Negara negeri ini terduduk lemas di sofa sembari memegang kepalanya yang terasa sakit. "Tidak bisa Ervand! kau dan Agrin sudah bertunangan, mana bisa asal membatalkan pertunangan, kau tahu kan siapa Papa, mana mungkin Papa membatalkan Pertunangan kalian karena alasan kekanak-kanakan seperti ini, kalian kan sudah dewasa bagaimana bisa bertindak bodoh seperti ini," bentak sang Papa. Marsha yang masih tertunduk menangis di hadapan

