Brak ... Pecahan kaca cermin tampak berserakan akibat pukulan Tristan, darah segar tampak mengalir dari tangannya. Rasa perih dan sakit tak lagi dirasakan oleh pria itu. Setelah beberapa menit termenung, Tristan ingat kalau siang ini ia harus menghadiri rapat dan bertemu dengan salah satu Klien, mengingat kondisinya yang tidak stabil dan sangat kacau, ia berniat untuk membatalkan semua jadwalnya hari ini. Tristan meraih ponselnya kembali karena harus menghubungi Rey agar segera datang ke Apartemennya. Tak membutuhkan waktu lama, Rey langsung tancap gas ke Apartemen Tristan, dirinya yang memang mengetahui sandi pada door lock pintu Apartemen Tristan, langsung membuka pintu Apartemen dan langsung tercengang melihat kepala Tristan yang tertunduk dengan posisi terduduk di sofa dengan d

