Richo kini beranjak berdiri dan kemudian pergi duduk di samping adiknya. "Maja, dengerin Kakak!" ucap Richo dengan lembut seraya mengelus pucuk kepala sang adik. Namun adiknya itu justru takut dan memeluk bahu Arsen. "Bukan Kakak pelakunya, mana mungkin Kakak tega melakukan itu padamu, Dek. Kamu bukan hanya adik bagi Kakak, Kakak sudah menganggap kamu seperti anak Kakak sendiri, nggak mungkin Kakak berbuat keji padamu," lanjut Richo yang mencoba menenangkan adiknya yang saat ini masih takut padanya. "Buktikan jika bukan Pak Richo pelakunya!" pinta Arsen pada Richo. "Maja, Kakak janji akan buktiin kalau Kakak nggak salah, tapi kamu pulang sama Kakak ya, Kakak nggak tenang kalau kamu tinggal sendirian, terlebih kamu sedang mengandung." "Enggak! Maja nggak mau pulang sebelum Kakak bisa m

