Keesokan harinya, Richo hendak keluar dari ruang rawat inap adiknya, namun langkahnya terhenti kala sang adik tiba-tiba memangilnya. "Iya, Maja?" tanya Richo seraya duduk di kursi samping brankar. "Maja tanya sama Kakak, apa Kakak adalah pria itu?" tanya Majarani pada kakaknya. "Kakak berani bersumpah jika bukan Kakak pelakunya, Kakak hanya dijadikan kambing hitam oleh sang dalang permasalahan ini," jawab Richo. "Baiklah, jika begitu." "Kakak bahagia sekali karena kamu mau berbicara dengan Kakak lagi, Kakak janji akan cari pelaku itu sampai ketemu." "Maja begini bukan tanpa alasan, Kak. Semalam Maja bermimpi bertemu bunda, Maja mengobrol lama dengan bunda dan kemudian bunda bilang kalau Kakak adalah Kakak terbaik buat Maja dan Kakak nggak pernah membuat kesalahan." Majarani menjelask

