Bab 24. Malaikat Penyelamatku

1505 Kata

Richo menolak keras suap dari Satya, sebagai seorang polisi yang bertanggung jawab, tak mungkin ia mau menerima uang hanya untuk menutupi sebuah kasus. "Fadli, Fajar, tolong masukkan dia ke sel, kita lanjutkan interogasinya besok pagi!" titah Richo setelah ia membuka pintu ruang pemeriksaan. *** Di rumah Majarani, kini Vidya dan Alina pamit pulang sebab mereka ada urusan penting. "Mungkin Kak Richo akan kembali sebentar lagi, jadi kami permisi dulu ya?!" ucap Vidya. "Baiklah, makasih ya sudah datang!" jawab Majarani. "Sama-sama!" jawab Alina yang kemudian pergi dari sana. "Sebaiknya kita masuk rumah saja, ini sudah gerimis mau hujan?!" ajak Arsen. "Oh, oke!" jawab Majarani yang kemudian masuk ke dalam rumah bersama dengan Arsen. "Sebaiknya kita duduk di ruang tamu saja!" ucap Arse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN