Di sebuah rumah sakit, Ares yang sudah diobati kini menemui seorang paruh baya yang sedang bersama dengan seorang gadis yang masih sakit. "Kamu sangat bodoh, gagal terus!" marah pria paruh baya yang tak lain adalah Saka pada Ares. "Awalnya saya hampir berhasil, tapi pria itu datang dan menghajar saya hingga babak belur begini," jawab Ares. "Siapa? Richo?" tanya Saka. "Bukan, nggak mungkin dia, Richo nggak pernah melakukan kekerasan!" ucap Vina. "Seorang pria berwajah datar lah yang telah menyelamatkannya, tadi aku dengar dia memanggilnya Ar ... Ar?" Ares lupa dengan nama pria itu. "Arsen?" tanya Meliza. "Iya, Arsen!" jawab Ares. "Kenapa sih, Yah? Kenapa rencana ayah selalu gagal dan malah membuat Maja lebih dekat dengan Arsen?" Kesal Meliza. "Keberuntungan gadis itu sangat tinggi

