Pria yang ditunjuk Bora bergegas mengeluarkan satu lembar seratus ribu di dalam dompet. "Benar, kami dibayar dokter Frank, kami tidak tahu apa pun." Bora mengerutkan kening ketika membaca informasi tentang si anjing lalu beralih ke undang-undang penyiksaan hewan. Hendra menyipitkan kedua matanya ketika melihat uang kertas sudah tergeletak di atas aspal. "Nyawa seekor hewan, kalian samakan dengan uang seratus ribu? Bagaimana jika saya membayar lima puluh ribu rupiah untuk menghancurkan p***s kalian? Aku rasa mengurangi orang bodoh, jauh lebih bagus daripada mempertahankan. Bibit bodoh membuat aku kesal." Ketiga pria sontak menutup adik kesayangan mereka. Bora bertanya pada Hendra. "Profesor, hukum tidak terlalu adil pada hewan tidak bertuan, bukan?" "Memangnya kenapa?" "Anjing itu ber

