bc

Jejak yang Belum Usai

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
family
HE
second chance
goodgirl
kickass heroine
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
no-couple
lighthearted
serious
kicking
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Tiga tahun di London, seharusnya cukup bagi Bianca untuk menghapus jejak Alexandro dari hidupnya. Namun, takdir punya selera humor yang pahit. Kembali ke tanah air untuk memulai hidup baru, Bianca justru terjebak menjadi sekretaris pribadi pria yang dulu menghancurkan hatinya dengan pengkhianatan paling kotor.Alexandro tidak pernah menyangka wanita yang ia tangisi setiap malam akan kembali berdiri di depannya dengan tatapan sedingin es. Di balik meja kantor, sebuah permainan dimulai. Bianca ingin profesional, tapi Alexandro ingin membuktikan bahwa apa yang terjadi di masa lalu hanyalah sebuah jebakan licik yang menutupi fakta sebenarnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Topeng Profesional Bianca
Bianca menghela napasnya pelan, tidak terasa sudah sebulan ia bekerja sebagai sekretaris dari Alexandro Arsenio, mantan kekasihnya saat kuliah dulu. Mantan kekasih, yang sampai saat ini belum bisa dilupakan olehnya. Namun, Bianca harus bersikap profesional karena Alexandro adalah Bosnya jika di kantor. Setiap hari, Bianca harus menahan rasa sakit ketika Alexandro yang dulunya selalu berbicara dengan lembut padanya, sekarang suara itu terdengar sangat dingin. Tapi Bianca sadar jika itu wajar terjadi, karena pria itu yang lebih memilih orang lain, dari pada dirinya tiga tahun lalu. Tok...Tok...Tok Bianca mengetuk pintu kayu di depannya, setelah ia merasa jika dirinya sudah cukup memberikan kekuatan untuknya agar sanggup untuk bertemu dengan Alexandro. "Masuk," perintah suara dingin itu. Bianca masuk dengan langkah pelan, ia menuju ke meja kerja Alexandro, hingga kini mereka saling berhadapan hanya di batasi oleh meja kerja di tengah mereka. Pria di depan Bianca, tidak berbicara hanya diam dan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh sekretarisnya itu. "Pak, saya sudah merevervasi tempat untuk makan malam, sesuai dengan yang Bapak yang inginkan untuk merayakan anniversary tiga tahun pertunangan Bapak dan Ibu Gemini." Bianca menejelaskan dengan profesional tanpa merasa canggung sama sekali, ia sudah mulai terbiasa melakukan hal tersebut selama sebulan ini, walaupun perasaannya tidak bisa di ajak kerjasama. Terlihat profesional walaupun, perasaannya sangat tidak profesional. Satu sudut bibir Alexandro terangkat. "Sekretaris Bianca, gimana rasanya, melihat wanita yang sudah menghancurkan hubungan kita bahagia?" pertanyaan tersebut terasa seperti menusuk jantungnya, karena bisa-bisanya Alexandro menanyakan sesuatu yang jawabannya sudah jelas apa. Bianca berdehem pelan, mencoba menyembunyikan perasaan sakit, yang sudah ia berusaha sembunyikan selama sebulan ini. "Maaf Pak, Alexandro, sepertinya urusan pribadi dan pekerjaan, harus di pisahkan. Dan urusan pribadi Bapak, sama sekali tidak ada hubungannya sama saya. Kalau begitu saya permisi," tanpa menunggu jawaban dari Alexandro, wanita itu langsung melangkah keluar dari ruangan Presdir yang terasa menyesakkan itu. Setelah kepergian Bianca, tatapan Alexandro yang tadinya datar berubah menjadi tatapan yang rindu dan sakit secara bersamaan, yang selama tiga tahun ini pria itu simpan sendiri. Sejak pertama kali Bianca masuk ke dalam ruangannya ini, dan di perkenalkan sebagai sekretaris barunya, perasaan rindu yang sudah lama Alexandro pendam membuatnya hampir memeluk wanita itu, tapi untungnya kehadiran Gemini hari itu membuat ia bisa menahan semuanya. Alexandro bisa melihat dengan jelas, jika tatapan wanita yang dia cintai itu berubah, ia tidak bisa melihat binar di mata wanita itu lagi, tatapan lembut yang selalu ia peluk sepanjang malam sudah tidak ada lagi. Dan yang tersisa hanyalah tatapan datar, yang di balik itu pasti menyimpan banyak hal. Pria itu tahu, semua ini adalah kesalahannya. Jika ia bisa memutar waktu, maka ia tidak ingin mabuk hari itu yang membuat ia jadi kehilangan wanita yang sangat ia cintai selama tiga tahun. Sekarang wanita itu bisa ia lihat setiap hari, tapi ia tidak bisa menggenggam wanitanya, karena terhalang dengan status mereka sekarang. Apalagi setelah kejadian hari itu, membuatnya dengan terpaksa harus bertunangan dengan Gemini. "Bagaimanapun caranya, aku akan dapatkan bukti kalo aku sama sekali nggak menyentuh Gemini malam itu," ungkap Alexandro pelan. Memang waktu kejadian itu terjadi, CCTV di Villa milik keluarganya hari itu rusak, jadi ia jadi susah untuk mendapatkan bukti tentang kejadian malam itu, yang membuatnya di anggap sebagai pria b******k oleh Bianca. Karena ia tidak mempunyai bukti yang kuat, untuk membela dirinya. Karena di pikiran wanita itu, apa yang ia katakan hanyalah bualan semata, setelah apa yang wanita itu lihat hari itu. Alexandro pastikan, jika cepat atau lambat ia pasti akan mendapatkan bukti yang akan bisa membersihkan namanya, dan membuat wanita yang ia cintai kembali ke dalam pelukannya. "Sabar sayang, aku pastikan kita akak kembali bersama setelah aku dapatkan semua buktinya," tegas Alexandro, karena ia benar-benar tidak ingin jika wanita itu pergi lagi. Ia tidak ingin kehilangan wanitanya lagi, cukup tiga tahun ia tidak bisa melihat Bianca tepat di depan matanya, walaupun ia tahu dimana wanita itu berada. Di tempat lain, Bianca sedang menangis sendirian di dalam toilet, sambil melihat pantulan dirinya yang terlihat begitu menyedihkan di cermin. Ia tidak perlu takut menangis disana, karena di lantai tersebut hanya ada ruangan Presdir, dan ruangan rapat, serta mejanya yang berada di luar ruangan pria itu. Alexandro tidak mungkin ke toilet yang berada di luar, karena di ruangannya pria itu sudah mempunyai toiletnya sendiri, jadi rasanya ia bisa menangis sepuasnya sebelum ia kembali harus bersikap profesional lagi di depan Bosnya itu. "Apa aku bisa tahan, kerja lebih lama sama Alexandro?" tanya Bianca. "Baru sebulan, tapi rasanya sakit banget. Kenapa takdir seakan-akan mau mempermainkan aku, kenapa aku harus ketemu sama orang yang udah menghancurkan kepercayaan aku selama ini. Aku nggak bisa-bisa apa-apa, aku nggak bisa berontak, aku nggak bisa marah. Dia itu Bos aku, dan aku harus tunduk di bawa perintahnya." "Pengen banget rasanya pergi dari sini. Tapi... aku harus profesional, karena aku butuh pekerjaan ini. Aku nggak punya pilihan lain, aku nggak mungkin kembali merepotkan keluarga Farrel lagi. Keluarga Farrel, udah banyak bantuin aku sama Mama selama tiga tahun ini, dan aku nggak mau semakin banyak berutang budi sama mereka." Entah sudah ke berapa kalinya, Bianca mengusap pipinya yang sedari tadi terus basah oleh airmata. Rasanya begitu sulit, karena ia harus mengesampingkan perasaannya demi kenyataan yang membuatnya mau tidak mau harus bertahan. "Okay Bianca, kamu bisa. Kamu... wanita yang kuat, kamu nggak boleh lemah, karena Bos kamu itu adalah mantan kamu," Bianca menghela napas pendek, berusaha tersenyum ke arah cermin yang terlihat aneh. "Ingat kamu nggak boleh nangis lagi, setelah apa yang dia lakukan sama kamu dulu. Dia bukan pria yang cocok buat kamu tangisin Bianca," wanita itu terdiam, karena pikirannya langsung teringat oleh kejadian tiga tahun lalu. Bianca tidak akan pernah lupa, bagaimana ia menemukan pria yang paling ia cintai sedang tidur sambil berpelukan mesra dengan seorang wanita di atas tempat tidur, tanpa busana dan hanya di tutupi oleh selimut. Alexandro adalah pria yang telah ia berikan segala-galanya, tapi ternyata pria itu yang menghancurkan hatinya sampai saat ini ia tidak bisa membuka hatinya untuk pria lain. Padahal pria itu sudah menyakitinya, tapi entah kenapa semakin wanita itu mencoba melupakannya, perasaan itu semakin dalam.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook