bc

Istri pilihan Tuan Mafia

book_age18+
15
IKUTI
1K
BACA
family
HE
age gap
kickass heroine
stepfather
mafia
bxg
brutal
like
intro-logo
Uraian

Jesica, anak yang di benci papanya sendiri dan keluarag papanya karena di anggap pembawa sial karena mamanya meninggal saat setelah melahirkan dirinya. Di saat dia sudah tidak tahan di rumah yang serasa neraka baginya, datanglah sang penyelamat yang membawanya keluar dari sana. Aiden seorang mafia yang berkedok pengusaha mengajak Jesica menikah untuk memenuhi persyarat mengambil alih kepemimpinan Klan Mafianya dan kepemimpinan perusahaan keluarganya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1.
“Permisi Tuan, ini informasi yang saya dapatkan tentang nona Jesica,” lapor Felix. “Katakan!” perintah Aiden. “Nona Jesica adalah anak kandung Tuan Kendrik dengan Nyonya Jenifer, istri pertama Tuan Kendrik. Namun, saat melahirkan Nona Jesica, Nyonya Jenifer meninggal dan Tuan Kendrik menyalahkan Nona Jesica atas kematian istrinya. Tuan Kendrik tidak pernah menyentuh Nona Jesica sedari bayi, dia hanya membayar pendidikan dan memberi makan saja, tidak lebih. Saat Nona Jesica berumur 13 tahun, Tuan Kendrik menikah dengan Nyonya Sintya yang mempunyai satu anak yang bernama Agnes. Nona Jesica sering mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari ibu tiri dan kakak tirinya di rumah. Dan alasan kenapa Nona Jesica bisa kerja part time karena Nona Jesica sering tidak mendapatkan makan dan ongkos untuk berangkat ke kampus Tuan,” jelas Felix. “Panggil dia, Lix,” perintah Aiden. “Baik Tuan,” jawab Felix. Saat keluar dari ruangan Felix melihat Jesica keluar dari ruangan VVIP di depannya dengan kepala menunduk dan tergesa. “Permisi Nona, Anda di tunggu Tuan Aiden di ruangannya,” kata Felix. “Baiklah Tuan, saya ijin ke toilet dulu ya,” kata Jesica sambil berjalan cepat. Tidak lama, Jesica masuk ruangan VVIP tempat Aiden berada dengan tersenyum ceria. “Permisi Tuan, apa ada yang ingin di pesan lagi?” Aiden sedikit terkejut saat melihat pipi Jesica yang ada cap lima jari dan ada sedikit sobekan diujung bibirnya. “Namaku Aiden, namamu siapa?” tanya Aiden tanpa basa-basi. “Saya Jesica Tuan Aiden,” jawab Jesica. “Aku ingin bicara denganmu,” kata Aiden. “Maaf Tuan, kalau boleh tahu ada apa ya?” tanya Jesica sedikit bingung. “Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.” “Maaf Tuan, tapi saat ini masih jam kerja dan saya tidak di ijin kan untuk mengobrol selain obrolan seputar pesanan pelanggan Tuan,” kata Jesica jujur. “Felix!” panggil Aiden. “Iya Tuan,” kata Felix masuk ke dalam. “Bilang pada manajernya kalau aku ingin bicara dengan Jesica sekarang!” perintah Aiden. Jesica yang mendengar hal itu langsung membelalakkan matanya, sebenarnya ada masalah apa sampai Tuan Aiden ingin bicara dengannya sampai bertindak seperti ini. “Tidak usah Tuan, jika sekiranya ini sangat penting saya akan ijin pada kepala pelayan saja tidak perlu ke manajer.” Pinta Jesica. “Tidak lebih dari lima menit,” kata Aiden melihat jam tangannya. Jesica langsung berlari ke lantai satu untuk minta izin pada Angga yang merupakan kepala pelayan. “Kak Angga, aku mau ijin pelanggan ruang VVIP 1 mau bicara sama aku.” “Oke!” kata Angga yang melihat kode dari Felix. Jesica kembali ke lantai dua dengan secepat kilat tanpa bicara sepatah kata pun saat sudah mendapatkan izin dari angga. Sesampainya di depan pintu VVIP 1 Jesica langsung mengetuk pintunya. “Masuk!” “Permisi Tuan,” kata Jesica. “Duduklah.” “Baik Tuan.” Jesica duduk dengan nafas ngos-ngosan, bagaimana tidak ngos-ngosan, orang dia berlari tanpa henti sejak keluar dari ruangan VVIP 1 tadi. “Minumlah!” “Terima kasih Tuan Aiden.” Selesai minum, Jesica sudah bisa mengatur nafasnya dengan baik dan dia mulai membuka suaranya. “Tuan Aiden mau bicara apa?” tanya Jesica. “Aku ingin kau menikah denganku,” katanya tanpa basa-basi. “Hah? Aku gak salah dengarkan? Tuan mau menikah denganku?” tanya Jesica tidak percaya. “Tidak sama sekali, “ tegas Aiden. “Tuan Aiden mohon maaf sebelumnya, saya dan Tuan baru saja saling memperkenalkan diri. Apalagi saya masih kuliah dan seorang pelayan. Sebaiknya Tuan mencari pasangan yang setara dengan Tuan,” jelas Jesica. Siapa yang tidak mau dengan Aiden, bohong jika tidak ada yang mau. Tuan muda tampan, belum lagi sifat hangat pada keluarga dan dingin pada orang lain. Tapi sayangnya dia harus kembali ke dunia nyatanya. “Tapi hanya kau yang aku inginkan!” tegas Aiden. Jesica yang mendengar nada tegas itu keluar dari mulut Aiden, hanya bisa menelan salivanya. “Bagaimana?” tanya Aiden. “Apa saya bisa menolaknya Tuan?” tanya Jesica. “Aku tidak suka penolakan,” jawab Aiden cepat. “Kalau begitu kenapa harus bertanya padaku,” gumam Jesica dengan pelan, tapi masih terdengar sama Aiden. “Berarti kamu menerimanya?” tanya Aiden. “Hah? Maksudnya gimana Tuan Aiden?” tanya balik Jesica. “Kita akan menikah dua hari lagi,” kata Aiden. “Hah? Serius Tuan?” tanya Jesica bingung. “Hmm,” dehem Aiden. “Oh iya, kamu masih boleh kuliah meskipun kamu jadi istriku,” lanjutnya. “Em, apa kita akan melakukan pernikahan kontrak Tuan?” Tanya Jesica ragu. “Maksudnya?” giliran Aiden yang bertanya. “Kayak yang di novel-novel yang sering aku baca, jika ada Tuan muda kayak raya yang tidak mengenal wanitanya lalu mengajaknya nikah pasti ada kontraknya,” kata Jesica dengan polosnya. “Kamu mau kita buat kontrak nikah?” tanya Aiden. “Jelas saya tidak mau Tuan,” tegas Jesica. Entah kenapa jawaban Jesica membuat Aiden tersenyum tipis tanpa ada yang bisa melihatnya, “Kenapa?” “Karena kalau pernikahan yang didasari kontrak pasti berakhir dengan perceraian Tuan. Saya maunya nikah hanya sekali seumur hidup, lagian kalau mau menikah pakai kontrak lebih baik jangan, karena sudah di pastikan si pembuat kontrak belum siap untuk komitmen dalam hidupnya,” jelas Jesica. “Menarik,” batin Aiden. “Baiklah kalau begitu aku ikut apa maumu,” kata Aiden. “Astaga, niat hati supaya gak jadi nikah eh ini malah di sanggupi,” batin Jesica. “Baik Tuan,” kata Jesica dengan lesu. “Besok aku akan ke rumahmu untuk melamar.” “Sebaiknya tidak usah Tuan,” jawab Jesica sendu. “Kenapa?” tanya Aiden menerka apa benar informasi yang di dapat dari Felix kalau selama ini Jesica mendapatkan perlakuan kejam dari papa kandungnya. “Itu, saya bingung mau menjelaskan dari mana, saya rasa kalau Tuan datang ke rumah saya—“ Sungguh Jesica ingin sekali memberitahukan Aiden, tapi dia berpikir kalau dia memberitahukan keadaan yang sesungguhnya pada Aiden atau tidak. “Katakan saja,” desak Aiden. “Mmm, saya hanya berpikir kalau Tuan datang ke rumah saya pasti akan sia-sia. Papa saya tidak punya waktu, beliau terlalu sibuk bekerja dan memberikan kebebasan untuk melakukan segala hal tanpa terkecuali. Jadi saya ambil keputusan tidak usah melamar saya pada Papa karena semua keputusan ada di tangan saya,” kata Jesica sedikit berbohong. “Bagaimanapun itu saya harus ke rumahmu,” kata Aiden sedikit memaksa untuk bertemu papa Jesica. “Huft! Baiklah Tuan, saya akan coba bicarakan dengan papa saya dulu. Mudah-mudahan beliau mau bertemu dengan Tuan Aiden,” jawabnya pasrah. “Besok malam aku akan datang ke rumahmu untuk menjemputmu.” “Hah? Kan nikahnya dua hari lagi, gak mungkinkan kita akan tinggal satu rumah?” tanya Jesica sedikit kaget. “Jesica, di mansionku bukan hanya aku yang tinggal di sana, tapi ada pelayan dan pengawalku. Jadi buang jauh-jauh otak mesummu itu,” kata Aiden. “Maaf Tuan,” kata Jesica malu. “Aku tidak mau kalau kamu terlambat diacara pernikahan kita,” kata Aiden. “Ini beneran atau hanya mimpi coba, kok tiba-tiba aku jadi deg-degan begini sih,” batin Jesica yang masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi. “Persiapkan dirimu baik-baik besok, aku pulang dulu,” kata Aiden sambil mengelus rambut Jesica. Felix dibikin terkejut saat melihat Aiden menyentuh Jesica. Pasalnya tuannya itu tidak pernah bersentuhan fisik dengan siapapun kecuali keluarganya. Sedangkan Jesica pikirannya berkecamuk karena ulah Aiden yang tiba-tiba mengajaknya menikah, tapi anehnya Jesica tidak bisa menolaknya. “Dasar sih Jesica, bisa-bisanya lo semurahan ini,” batin Jesica. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
317.5K
bc

Too Late for Regret

read
347.8K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
148.0K
bc

The Lost Pack

read
460.0K
bc

Revenge, served in a black dress

read
157.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook