Sang Pemilik Waktu

2265 Kata
Kau masih meminum pil mu? Tidak Sial, lalu berapa lama lagi sampai jadwal haid mu berikutnya? Segera. Jangan hawatir. Pemilihan waktunya tepat kok Kata kata terahir Yang terkenal. Sebaiknya kau membeli pil pencegah kehamilan itu. Aku tidak bisa me minum pil itu. Aku sudah mencoba, tapi aku malah muntah muntah seharian.persis seperti orang hamil Kalau begitu kita akan melakukan hal lain, apa kau mauvmengurus hal itu atau kau ingin aku yang melakukannya? Percakapan itu terus menerus berputar dalam benak Michelle. Lelaki itu dengan sangat jelas menunjukkan bahwa ia menganggap serius hubungan ini. John itu begitu blak blakan hingga Michelle belum menyadarinya beberapa waktu sesudahnya. Tapi sekarang ia sadar dirinya bersedia Dan menerima john untuk bercinta dengan nya. Beberapa saat setelah john mencium nya Dan berkendara pergi, baru lah Michelle menyadari kilatan kepuasan di mata lelaki itu sama sekali tak ada hubungannya dengan kepuasan fisik. Michelle masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan administrasi Dan memaksa diri untuk berkonsentrasi, tapi hal itu malah mengingat kan nya pada masalah lain. Tagihan yang belum dibayar makin menumpuk, Dan Michelle tidak tahu sampai berapa lama lagi ia bisa meminta penagihnya menunggu. Mereka juga membutuhkan uang. Michelle perlu menggemuklan ternaknya terlebih dahulu sebelum bisa menjualnya, tapi ia sudah tidak punya uang u tuk membelai makanan ternak lagi. Berlalu Kali Michelle mencoba memperkirakan berapa banyak makanan ternak yang dibutuhkannya, dibandingkan banyaknya uang tambahan yang bisa ia dapatkan Dari penjualan ternak yang lebih gemuk. Peternak berpengalaman pasti tahu, keakuratan catatan itu. Ayahnya dulu sangat bersemangat at as peternakan ini, tapi hanya mengandalkan nasihat pada pekerja untuk menjalankan peternakan nya. Michelle bisa saja bertanya pada john, tapi john akan memanfaatkan kesempatan itu untuk sekali lagi mengatakan Michelle tidak akan bisa melakukannya sendirian. Telepon berdering, Dan Michelle mengangkat nya dengan setengah melamun. "Michelle, darling." Gelombang mual yang panas menghantam perut Michelle. Ia buru buru menekan tombol, memutuskan hubungan. Tangannya gemetar ketika meletakkan kembali gagang telepon. Kenapa lelaki itu terus mengganggunya? Dua tahun sudah berlalu ! Seharusnya lelaki itu sudah bisa mengatasi obsesi gilanya; tentunya orang tua lelaki itu sudah menyuruhnya menjalani semalam perawatan, kan?. Telepon berdering lagi, bunyi melengking itu terus bergema di telinga Michelle. Ia mneghitung sering itu dengan ngeri, bertanya Tanya kapan lelaki itu akan menyerah, atau saraf sarafnya akan menyerah terlebih dahulu. Bagaimana kalau lelaki itu terus membuat telponnya berdering? Michelle terpaksa meninggalkan rumah atau berteriak sekencang kencangnya. Pada deringan kedelapan belas, Michelle mengangkat nya. "Darling, jangan menutup telpon seperti tadi lagi,please" bisik Roger. "Aku sangat mencintai mu. Aku harus bicara dengan mu, Kalau tidak aku bisa gila." Itu kata kata Yang biasa diucapkan seorang kekasih, tetapi Michelle malah menggigil ketakutan. Roger memang gila. Berapa Kali ia membisikkan kata kata cinta pada Michelle beberapa saat setelah mengamuk, ketika Michelle masih tegang ketakutan Dan tubuhnya masih pedih akibat pukulan lelaki itu? Tapi lelaki itu akan menyesali perbuatannya Dan berulang ulang mengatakan betapa ia mencintai Michelle Dan tidak bisa hidup tanpa Michelle. Bibir Michelle terasa begitu kaku hingga nyaris tak mampu bicara. "Tolong jangan ganggu aku lagi. Aku tidak mau bicara dengan mu." "Maaf kan aku." Kata Michelle lemah "Kenapa kau minta maaf?" "Aku tidak akan bicara dengan mu roger. Aku akan menutup telpon nya." "Kenapa kau tidak mau bicara ? Apakah kau bersama seseorang?" Tangan Michelle membeku, tidak mampu menjauhkan gagang telpon Dari telinganya Dan meletakkan nya kembali. Seperti kelinci yang terkesima pada tatapan ular Yang menghipnotis, Michelle menahan nafas Dan menunggu apa yang ia tahu sebentar lagi terjadi. "Michelle! Apakah ada seseorang bersama mu disana?" "Tidak" bisik Michelle "aku sendirian" "Tidak,kau bohong! Itulah sebabnya kau tak mau berbicara dengan Ku. Kekasihmu sedang bersama mu di sana, mendengar kan setiap kata Yang kau ucapkan." Tanpa saya Michelle mendengar kan amarah Yang semakin memunvak dalam suara Roger, tahu Persia bahwa ia tak akan bisa menghentikannya, tapi tetap mencoba nya. "Sungguh, aku sendirian." Diluar dugaan Roger langsung terdiam, meskipun ia masih mendengar jelas napas Roger memburu, seolah lelaki itu sedang berdiri didekatnya. "Baik lah, aku percaya pada mu. Kalau kau mau kembali pada Ku, aku akan mempercayaimu." "Aku tidak bisa....." "Pasti ada orang lain bukan?, aku selalu tahu ada orang lain. Aku tidak pernah menangkap basah kalian, tapi aku selalu tahu." "Tidak, tidak ada siapa siapa, aku di sini sendirian, bekerja diruang kerja ayahku." Michelle berbicara dengan cepat, memjamkan mata menyadari kebohongannya sendiri. Walau pun ia benar benar sendirian, tapi itu tetap kebohongan. Memang selalu ada orang lain dalam hatinya, terkubur jauh dalam relung kesadarannya. Tiba tiba suara Roger terdengar bergetar. "Aku tidak akan tahan jika kau mencintai orang lain, darling. Aku tidak bisa, bersumpahlah kepadaku kau sendirian." "Aku bersumpah" keputusasaan mengoyak Michelle. "Aku benar benar sendirian, sumpah!" "Aku mencintai mu" bisik Roger, lalu menutup telpon. Michelle lari tergopoh gopoh ke kamar mandi, tampat ia muntah muntah hingga perut nya benar benar kosong Dan otot otot perut nya nyeri. Ia tidak tajam lagi; ia harus segera mengganti nomer telpon, lalu minta nomer baru nya tidak dicantumkan dalam buku telpon. Sambil bersandar diwastefel Michelle menghusap wajahnya dengan kain basah Dan memandang bayangan wajahnya yang pucat dicermin. Ia tidak punya uang untuk membiayai penggantian nomer telpon Dan tidak mencantumkannya dibuku telpon. Suara tawa bergetar terlontar Dari bibir Michelle Yang gemetar. Jika keadaan terus berlanjut seperti ini, sambungan telpon nya sebentar lagi akan diputus karena ia tak mampu lagi membayar tagihan. Itu jelas menyelesaikan masalah Michelle; Roger tidak bisa menelponnya Kalau Michelle tidak punya telpon. Seperti nya jatuh pailit ada untungnya. Michelle tidak tahu apa yang akan dilakukannya jika Roger datang kemari Dan membawa nya kembali ke Philadelphia dimana 'seharusnya' ia berada. Kalau pun Michelle 'seharusnya' berada disuatu tempat, inilah tempat nya, karena John berada d sini. Mungkin ia tidak bisa me nonton orkestra, bermain ski d swiss, atau belanja d paris. Hal hal itu tidak lagi penting sekarang Dan memang Dari dulu tidak pernah terlalu berarti bagi nya. Semua hal itu memang menyenangkan, tapi tidak penting. Mengurus ternak juga penting. Roger mampu melakukan apa saja. Sebagian diri lelaki itu begitu sopan Dan beradab hingga akan sulit mempercayai lelaki itu bisa melakukan kekerasan. Orang orang yang pernah mengenal Roger akan menganggapnya sebagai lelaki paling menyenangkan yang pernah ada dimuka bumi. Mungkin dulu memang begitu, tapi sebagian lain Dari diri Roger seringkali meledak dalam amukan kecemburuan yang tidak beralasan. Kalau lelaki itu datang kemari, kalau Michelle harus bertemu lagi dengannya... Kalau sampai lelaki itu menyentuh nya walau hanya sekilas pun, Michelle tahu ia tak akan mampu mengatasinya. Kejadian terahir adalah yang terburuk Orang tua roger sedang berada di Europa. Roger menerima undangan untuk menghadiri pesta makan malam dengan beberapa rekan bisnis Dan kliennya. Sepanjang malam Michelle sudah berusaha sangat berhati hati supaya tidak mengatakan atau melakukan sesuatu yang bisa dianggap menggoda, tapi itu tidak cukup. Dalam perjalanan pulang, Roger mulai mengajukan acara Tanya jawab yang sudah sangat familier : Michelle terlalu banyak senyum pada Mr.A; apakah lelaki itu memgajaknya tidur? Lelaki itu sudah melakukannya bukan? Kenapa Michelle tidak mengakuinya saja? Ia sudah melihat bagaimana Michelle bertukar pandang dengan lelaki itu tadi. Sesampainya dirumah, Michelle sudah siap siap untuk lari kalau perlu, tapi ternyata Roger malah pergi keruang kerja nya Dan merenung. Michelle pergi tidur, energinya terkuras Karena terlalu tegang bercampur lega hingga ia langsung terlelap. Kemudian sekonyong konyong lampu kamar menyala Dan Roger berdiri disiti, wajahnya berkerut marah saat meneriaki Michelle. Ketakutan, menjerit, Dan terperangah Karena dibangunkan dengan kasar Dari tidur nya yang lelap, Michelle mencoba melawan ketika Roger menarik nya hingga separo tubuhnya tidak berada di tempat tidur lagi, tapi sia sia. Lelaki itu nerobek gaun tidur Michelle Dan mulai mencambukinya dengan ikat pinggang. Kepala ikat pinggang yang dingin terbuat Dari Logan itu mendera daging Michelle terus menerus. Ketika akhirnya roger berhenti, tubuh Michelle penuh bilur biker yang memerah Dan beberapa luka sayatanyang berdarah. Michelle sudah menjerit sejadi jadinya hingga tak mampu bersuara lagi. Kedua matanya membengkak hingga nyaris menutup, karena terlalu banyak menangis. Michelle masih ingat keheningan yang menyelimuti ruangan sementara Roger berdiri disamping tempat tidur, nafas lelaki itu memburu sambil menunduk, memandangi Michelle. Setelah itu Roger berlutut, membenamkan wajah nya di rambut Michelle yang berantakan. "Aku sangat mencintai mu",katanya. Malam itu ketika Roger tidur, Michelle menyelinap keluar naik taxi menuju bagian gawat darurat rumah sakit. Dua tahun berlalu sejak kejadian itu, tapi gurayan kecil berwarna putih bekas muka lukanya masih tampak nyata di punggung, p****t, Dan pangkal paha Michelle. Sering berlalu nya waktu, bekas luka itu akan lenyap sama sekali, tapi luka yang membekas dalam pikiran Michelle akibat kengerian mencekam yang dirasakannya malam itu sama sekali tidak memudar. Iblis yang paling ditakuti Michelle memiliki wajah Roger. Tapi sekarang, Michelle tak bisa lari Dari lelaki itu; ia tak punya tempat lain untuk melarikan diri, tidak ada tempat lain yang ingin ditinggalinya. Secara hukum Michelle sudah bebas Dari Roger, Dan tidak ada yang bisa dilakukan lelaki itu untuk memaksa nya kembali. Secara hukum Michelle bisa melarang Roger untuk menelponnya. Lelaki itu terus mengganggunya, jadi Michelle bisa meminta Surat perintah pengadilan untuk melarang Roger menghubunginya lagi dengan cara apapun. Tapi Michelle tidak mau melakukan itu, kecuali Roger memaksa nya berbuat begitu. Michelle membuka mata Dan memandangi bayangan dirinya sekali lagi. Oh ini benar benar masalah klasik. Konselor dirumah sakit bahkan telah mengajaknya berbicara masalah itu. Michelle tidak ingin seorang pun tahu bahwa suaminya telah menyiksanya; itu sangat memalulan, seakan entah bagaimana itu salah nya sendiri. Ia tidak ingin orang orang mengasihaninya, membicarakannya, Dan lebih Dari itu, Michelle tidak ingin john tahu. Ini terlalu buruk Dan Michelle merasa malu. Mendadak Michelle merasa dinding dinding ruangan itu melingkupinya, membuat nya sesak nafas. Ia harus keluar Dan melakukan sesuatu, Karena kalau tidak ia akan mulai menangis, Dan ia tak mau itu terjadi. Kalau sudah mulai menangis, ia tak akan mampu berhenti. Michelle masuk ke truck tua nya, berkendara mengelilingi padang rumputnya, melihat deretan pagar baru yang telah dipasang oleh para pekerja john. Mereka sudah selesai Dan kembali mengerjakan tugas harian mereka seperti biasa. Besok pagi mereka akan datang menunggang kuda , lalu memindahkan ternak Michelle ke padang luas dengan rumput yang subur ini. Dengan begitu ternak Michelle bisa makan sampai kenyang tanpa harus berjalan terlalu jauh, sehingga akan cepat gemuk. Ketika kembali ke rumah nya Michelle melihat betapa tinggi rumput ilalang di sekitar rumah nya. Begitu tinggi Dan lebat, mungkin ia seharusnya memindahkan ternaknya kemari,bukannya kepadang rumput tadi. Pekerjaan merapikan pekarangan rumah tidak pernah menjadi prioritasnya, berbeda dengan semua pekerjaan lain yang lebih mendesak. Tapi sekarang berkat john, Michelle punya waktu Dan tenaga untuk membereskannya. Ia mengeluarkan mesin pemotong rumput nya Dan mendorongnya naik turun mengitari pekarangan, berjuang mendorongnya diantara rumput rumput tinggi itu. Gundukan gundukan hijau kecil berkumpul rapi di barisam belakang Michelle. Setelah itu Michelle mengambil pisau dapur Dan membabat ilalang disamping rumah nya. Keliatan fisik itu menjadi semacam penenang, menumpulkan ketakutannya hingga akhirnya menguap tak bersisa. Ia tidak punya alasan untuk merasa takut; roger tak akan melakukan apa apa. Secara bawah sadar, Michelle takut untuk tidur malam itu. Ia bertanya Tanya akankah ia melewati malam itu dengan tidur tidur ayam? Sesekali tersentak bangun dengan jantung berdebar keras karena takut iblis yang di takutinya itu muncul dari kegelapan Dan menyeretnya Dari tempat tidur. Ia tidak ingin roger memiliki kekuasaan sebesar itu at as dirinya, tapi ingatan akan kejadian itu masih mengintai di sudut sudut gelap pikirannya. Satu hari nanti ia akan benar benar bebas Dari roger. Michelle besumpah; Dan ia berjanji pada dirinya sendiri. Ketika akhirnya Michelle menaiki tangga Dengan enggan ke kamar nya Dan berhenti sejenak diambang pintu kamarnya yang feminin, Michelle diterjang gelombang kenangan yang membuat nya gemetar. Ia sama sekali tidak menduga reaksi ini. Rogerlah yang mengisi pikirannya seharian ini, tapi kehadiran john lah yang mengisi Dan memenuhi kamar ini. Roger tidak pernah memginjakkan kaki di tempat ini. Tapi john tidur terlentang di tempat tidur ini. John mandi di kamar mandinya. Kamar ini penuh dengan kehadiran lelaki itu. Michelle berbaring di bawah tubuh lelaki itu di tempat tidur nya, menggeliat Dan menggelinjang dalam kenikmatan yang begitu kental hingga Michelle nyaris kehilangan akal. Ia ingat ekspresi tegang dan keras di wajah john malam itu, kelembutan tangan john yang berjuang mengendalikan kekuatan nya Karena takut melukai kulit wanita yang halus. Tubuh Michelle meremang ketika mengingat cara lelaki menyentuh nya, tempat tempat yang disentuh lelaki itu. Kemudian Michelle sadar john telah memberinya lebih Dari sekedar kepuasan. Michelle tidak sadar bahwa ia takut pada lelaki, tapi jauh dalam benaknya ia tahu; ia memang takut. Selama dua tahun sejak perceraiannya, Michelle tidak pernah lagi berkencan. Dan ia berhasil menyembunyikan kebenaran itu Dari dirinya sendiri dengan tetap bertemu lelaki meskipun dalam kelompok. Karena ia masih tetap bisa tertawa bersama dengan mereka, main ski Dan berenang bersama. Selama itu keliatan berkelompok, bukannya berduaan saja dengan lelaki; Michelle masih bisa meyakinkan dirinya sendiri bahwa Roger tidak membuat nya trauma. Ia wanita kuat, ia bisa meninggalkan semua itu Dan tidak menyalahlan semua lelaki karena perbuatan satu lelaki semata. Michelle memang tidak menyalahkan mereka, tapi ia selalu takut dengan kekuatan lelaki. Meskipun tidak pernah panik saat seorang lelaki menyentuh nya sambil lalu, Michelle tak menyukai itu Dan selalu menarik diri. Mungkin ia akan bersikap begitu terhadap John seandainya obsesi lamanya akan john tidak mempersiapkannya untuk menerima sentuhan lelaki itu. Tapi Michelle sudah mendambakan lelaki itu terlalu lama, seperti anak kecil mendambakan bulan, sehingga rasa laparnya itu mengatasi keengganan bawah sadar nya untuk berdekatan dengan lelaki. Dan john ternyata begitu lembut, hati hati Dan murah hati dalam memberikan kenikmatan itu kepada nya. Satu saat nanti, hasrat john mungkin akan membuat nya lebih kasar tapi ikatan fisik yang telah terjalin sepanjang malam itu tidak akan pernah hancur. Sepanjang malam, tidak sekali pun tidur Michelle diusik mimpi buruk tentang Roger. Bahkan dalam tidur nya, Michelle bisa merasakan lengan lengan john memeluknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN