Rindu

3416 Kata
Michelle setengah berharap John ada diantara para penunggang kuda Yang datang keesokan harinya untuk memindahkan ternak ke padang timur, Dan rasa kecewa mendalam menusuknya ketika menyadari lelaki itu tidak datang. Namun antusiasme mengatasi kekecewaannya, Dan Michelle pun berlari menyambut orang orang itu. Ia tidak pernah melakukan pemindahan ternak yang sebenarnya, Dan dengan kesenangan anak kecil, wajahnya nampak berseri-seri saat berhenti dihadapan pada penunggang kuda itu. "Aku ingin membantu." Katanya, mata hijau nya bersinar sinar dibawah matahari pagi. Pekerjaan fisik Yang dilakukannya kemarin membuat Michelle ingin berakrobat di pekarangan. Michelle tidak sadar betapa lelah dirinya hingga tiba saatnya untuk beristirahat, tapi sekarang semangat nya menggebu gebu. Nev Luther, pria kurus Dan pendiam kepercayaan john, memperhatikan Michelle dengan cemas. Bosnya sudah menegaskan Michelle tidak boleh mengerjakan apapun dengan cara apapun, Dan itu sangat aneh. Nev tidak ingat john pernah menginginkan sesorang supaya tidak bekerja. Tapi perintah adalah perintah, Dan orang orang yang menghargai pekerjaan nya tidak akan mengabaikan perintah atasannya. Hanya saja Nev tidak pernah menduga akan menghadapi masalah saat melaksanakan perintah sang bos. Ia tidak pernah membayangkan Michelle Cabot yang perlente mengerjakan pekerjaan peternakan Yang kasar, apa lagi melihat wanita itu nelompat lompat kegirangan karena tak sabar lagi untuk mengerjakan semua itu. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Nev berdehem, enggan melakukan sesuatu yang menghapus senyum kegirangan di wajah Michelle, tapi lebih enggan lagi untuk barurusan dengan John. Tiba tiba ia mendapatkan ide. Nev memandang sekeliling nya. "Kau punya kuda?" Ia tahu Michelle tidak punya kuda Sejenak wajah Michelle tampak muram, tapi berseri seri kembali. "Aku akan naik Mobil pick-up," katanya, lalu melesat ke lumbung. Terperangah, Nev memandangi Michelle berlari meninggalkannya, Dan semua temannya menggumam memperingatkan. Bagaimana sekarang?. Nev tidak mungkin menarik Michelle keluar Dari Mobil tua itu Dan memperintah nya untuk tetap tinggal di peternakan. Nev yakin Michelle tidak akan suka di perintah seperti itu, sebaiknya ia merasa John cenderung posesif terhadap wanita itu. Nev bekerja dengan binatang, jadi ia cenderung berfikir dengan pola pikir binatang. Kuda jantan tidak akan membiarkan kuda jantan lain mendekati kuda betina pasangan nya, Insting posesif itu masih hidup Dan tumbuh dalam diri manusia. Tidak, ia tidak mau menyentuh wanita itu Dan memberi john alasan untuk memenggal kepalanya. Melihat pilihan yang ada, Nev lebih suka didamprat john karena tidak mematuhi perintah Dari bos nya itu dari pada John mengamuk gara gara ada yang menyentuh kekasihnya, sentuhan yang mungkin membuat wanita itu gusar Dan menangis. Membayangkan Michelle menangis membuat Nev buru buru mengambil keputusan. Seperti kebanyakan pria yang tidak terlalu sering berhubungan dengan wanita, Nev langsung panik membayangkan air mata. Peduli setan dengan John. Menurut Nev, Michelle bisa melakukan apapun yang diinginkan wanita itu. Terbebas Dari tanggung jawab untuk melakukan segala pekerjaan berat diperternakan, membawa perubahan besar bagi Michelle. Ia menikmati sinar matahari, suara protest ternak ketika dipindahkan, kerja sama yang bagus antara pada koboy Dan kuda kuda mereka. Michelle terguncang guncang didalam truck tuanya saat menjelajahi padang rumput. Sebenarnya tidak terlalu berguna untuk menggembala ternak, tapi bisa mendorong kawanan itu untuk terus bergerak maju. Hanya saja, berkuda-atau berkendara menggembala ternak seperti itu, mengakibatkan kepulan debu yang luar biasa. Tak lama kemudian salah satu koboy menawarkan diri menyetir truck dam menyelamatkan Michelle Dari kepulan debu yang luar biasa tebal. Michelle menerima tawaran itu Dan naik ke punggung kuda sang koboy tanpa ragu. Ia suka berkuda; pada mulanya itulah satu satunya kegiatan yang dinikmatinya selama hidup diperternakan. Michelle langsung menyadari menunggang kuda untuk bersenang senang sangat berbeda dengan menunggang kuda yang terlatih untuk menggembala ternak. Kuda itu tidak menunggu perintah Michelle. Begitu seekor sapi memisahkan diri Dari kawanan, kuda itu langsung melesat menyusulnya, Dan Michelle harus belajar beradaptasi dengan gerakan mendadak itu. Tapi dalam waktu singkat Michelle sudah menguasai keterampilan itu, dan ia malah berharap ada sapi yang lari memisahkan diri lagi, semata ingin menikmati menunggang hewan gesit itu. Nev menyumpah panjang Dan pelan ketika melihat kuda jantan besar berwarna Abu Abu berpacu melintasi padang. Sial, nasi sudah menjadi bubur,Dan saatnya menghadapi konsekuensi keputusannya. John menatap truck Michelle sambil menahan marah sementara berpacu mendekat, tapi orang berbahu bidang dalam truck tidak mungkin Michelle. Dengan tak percaya, mata hitam john menyapu pada penunggang kuda Dan berkilat kilat menakutkan kala melihat penunggang kuda bertubuh langsing dengan rambut keemasan dibalik topi koboy nya. John menghentikan kuda nya saat mencapai tempat Nev, rahangnya tampak kaku ketika menatap kepala pekerjanya itu. "Well ?" Tanya nya dengan suara mengancam. Nev menggaruk rahangnya, menoleh memandang Michelle yang saat itu melepas topinya Dan nelambai lambaikannya ke arah anak sapi liar yang sulit dikendalikan. "Aku sudah mencoba." Gumamnya. Nev menoleh kembali Dan membalas tatapan john yang menyipit tajam. Bola mata hitam itu ternyata bisa tampak sangat dingin. "Hell, Bos, ini truck Dan tanah wanita itu. Apa yang harus Ku lakukan? Mengikatnya?" "Ia tak berada dalam trucknya" kata john tajam "Well, tadi sangat berdebu sehingga...... Ah, sial!!" Dengan kesal Nev berhenti berusaha menjelaskannya, lalu memacu kuda nya mengejar sapi yang melarikan diri. John membiarkan nya pergi, lalu langsung memacu kuda nya kearah Michelle. Ia akan membahas hal itu lagi nanti, meskipun amarah nya sudah surut. Michelle tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, meskipun john tidak suka melihat wanita itu Kotor terkena debu. Michelle tersenyum pada john ketika melihat lelaki itu mendekat, senyum yang sangat ceria sehingga mau tak mau alis john terangkat tinggi. Ini pertama kalinya ia melihat senyum seceria itu sejak Michelle kembali, tapi baru saat ini John menyadari apa yang hilang Dari wanita itu. Michelle tampak benar benar bahagia. Dihadapkan pada senyum seperti itu, pantas saja Nev tidak berkutik Dan membiarkan Michelle melakukan apa yang diinginkan wanita itu. "Bersenang senang?" Tanya john masam. "Ya" tatapan Michelle seakan menantang john untuk meributkan masalah ini "Aku di telpon pengacara Ku pagi ini. Dia akan mempersiapkan semuanya untuk kita tanda tangan lusa" "Bagus" peternakan Michelle akan berkurang sedikit, tapi paling tidak ia akan terbebas Dari utang besar. John mengamati Michelle lekat lekat selama beberapa waktu sambil menumpukan lengan dipegangan pelana. "Bagaimana kalau kau berkuda kembali ke peternakan bersama Ku?" "Untuk bercinta kilat?" Tanya Michelle singkat, mata hijau nya memancarkan api Pandangan john meluncur turun ke p******a Michelle. "Aku sedang berfikir untuk bercinta perlahan lahan" "Supaya pada pekerjamu punya lebih banyak bahkan untuk di gosipkan?" John menarik napas dalam dalam dengan kesal. "Maksud mu kau lebih suka aku mengendap endap tengah malam untuk menemui mu? Sialan, kita bukan remaja lagi. " memang bukan," Michelle mengatakan lalu buru buru menambahkan "aku tidak hamil" John tidak tahu apakah ia harus lega atau kesal karena itu berarti ia harus menunggu beberapa hari lagi untuk bercinta dengan Michelle. Ia ingin menyumpah keras, belum apa apa sudah merasa frustasi, tapi ia hanya berkata. "Setidaknya kita tidak perlu menunggu berminggu minggu, bertanya Tanya" "Ya". Berdasarkan perhitungannya, Michelle tahu ia tidak mungkin hamil. Tapi tetap saja ia merasakan sengatan kecewa pagi tadi. Mengesampingkan akal sehat, bagian paling primitif dalam diri Michelle bertanya Tanya wanita mana yang tidak ingin mengandung bayi John. Lelaki itu begitu maskulin hingga membuat semua lelaki lain tampak pucat dibandingkan dengan nya, seperti kuda jangan berdarah murni dibandingkan dengan kuda kuda Ber ras campuran. Kuda kelabu itu bergerak gelisah, Dan john mengendalikan binatang besar itu dengan kakinya. "sebenarnya, aku tidak punya waktu, bahkan untuk yang kilat sekali pun. Aku datang untuk memberi sedikit instruksi pada Nev kemudian mampir sebentar ke rumah mu Dan memberi tahu mu aku akan pergi. Aku harus pergi ke Miami sore ini, Dan mungkin pulang setelah dua hari. Seandainya aku belum kembali dua hari lagi, kau bisa pergi sendiri ke Tampa Dan menandatangani Surat Surat itu. Aku akan mampir dalam perjalanan pulang untuk menandatanganinya." Michelle menoleh Dan menatap truck tuanya Yang sudah bobrok Dan berkarat terguncang guncang kepayahan dibelakang kawanan ternak. Ia tidak mungkin mengandalkan barang antik itu untuk membawa nya ke tempat yang tidak bisa ditempuh dengan berjalan kaki untuk pulang. "Kurasa lebih baik aku menunggu sampai kau kembali." "Pakai Mercedes Ku. Telpon peternakan Ku Dan mereka akan mengirim orang untuk membawa mobilku kemari. Aku tak akan mempercayai barang rongsokan yang selalu kau naiki itu untuk bolak balik ke supermarket dengan selamat." Tawaran itu mungkin terjadi antar sahabat, pinjaman Dari tetangga, bahkan sesuatu yang mungkin dilakukan kekasih, tapi Michelle merasa john berniat lebih Dari itu. Lelaki itu tengah berusaha mebujuknya menjadi wanita simpanan, Dan kalau Michelle menerima tawaran itu, ia akan semakin tergantung pada john. Tapi Michelle nyaris terpojok Dan menerima tawaran itu Karena tidak tahu lagi bagaimana ia bisa pergi ke tampa, ia ingin menandatangani Surat Surat itu secepat mungkin supaya urusan utangnya beres. John menunggu jawabannya, Dan akhirnya Michelle tidak bisa menimbang nimbang lebih lama lagi. "Baik lah." Suaranya begitu pelan, nyaris tidak terdengar. John tidak sadar betapa tegang dirinya sampai otot ototnya terasa mengendur. Membayangkan Michelle berkeras mengendarai Mobil bobrok itu ke Tampa membuat nya khawatir sejak ia menerima telpon Dari Miami. Ibu nya terlibat masalah keuangan lagi, Dan betapa pun kesal nya john, ia tidak mungkin membiarkan ibunya kelaparan. Apapun yang terjadi, wanita itu ibunya. Kesetiaan sudah mendarah daging dalam dirinya hingga mengalihkan amarah. John bahkan sempat berfikir untuk mengajak Michelle, hanya supaya ia bisa selalu dekat dengan wanita itu. Tapi Miami terlalu dekat dengan Palm Beach; terlalu banyak teman lama Michelle disana, yang bosan dan selalu mencari gossip baru untuk membumbui hidup mereka. Siapa tahu ada lelaki b******k kaya namun berotak udang mengajukan penawaran yang tidak bisa ditolak Michelle. John menghargai Michelle karena bertekad menjalankan peternakan ini, tapi Michelle tidak dilahirkan untuk menjalani hidup berat dan pasti letih karena harus bekerja begitu keras tanpa hasil. Seandainya seseorang menawarkan diri untuk menanggung semua keperluannya, Michelle mungkin akan Ber paling Dan pergi, kembali ke kehidupan jetset yang sudah sangat dikenal wanita itu. Setipis apapun kemungkinan hal itu terjadi, John tidak mau ambil resiko apapun yang membuat nya kehilangan Michelle. Untuk pertama Kali dalam hidupnya John merasa tidak yakin akan seorang wanita. Michelle menginginkannya tapi apakah itu cukup untuk mempertahankan wanita itu? Untuk pertama Kali dalam hidup nya, hal itu terasa penting. Rasa mendamba yang dirasakan terhadap Michelle begitu dalam hingga john tidak akan pernah puas sampai wanita itu tinggal dirumah nya, tidur di tempat tidur nya, tempat john bisa merawat Dan memanjakan Michelle sesering yang diinginkan nya. Ya, Michelle menginginkannya. John bisa memutuskan Michelle di tempat tidur; ia juga bisa merawat wanita itu. Tapi Michelle tidak menginginkannya sebesar john menginginkan wanita itu. Michelle terus melawan, mencoba menjaga jarak diantara mereka, bahkan sekarang, setelah mereka melewatkan malam di tempat ditur yang sama, persatuan tubuh yang masih begitu kuat mengguncang john hingga saat ini. Rasanya tiap Kali john berusaha mendekat, wanita itu malah mundur. John mengulurkan tangan Dan menyentuh pipi Michelle, menghusapkan ujung ujung jarinya dikukit Michelle yang lembut, menelusuri tulang pipi yang memberikan kesan angkuh pada wajah wanita itu. "Rindukan aku saat aku jauh". Katanya, Nada suaranya membuat kata kata itu terdengar seperti perintah. Seulas senyum madam menarik ujung ujung bibir Michelle "oke". " sialan," Cetus john lembut. "Kau benar benar tidak mau melambungkan ego Ku, ya?' " memang nya ego mu masih memerlukan itu?" "Sejauh menyangkut diri mu, yeah" "Agak sulit di percaya. Apakah merindukan seseorang berlaku timbal balik, atau kau akan terlalu sibuk di Miami untuk peduli?" "Aku memang akan sibuk, tapi aku pasti merindukan mu" "Hati hati." Michelle tidak bisa mencegah kata kata itu. Ucapan penuh perhatian yang selalu diucapkan sebelum perjalanan dilakukan, mantra gaib untuk melindungi sang kekasih. Membayangkan tidak bisa melihat dan bertemu john selama beberapa hari membuat Michelle merasa dingin Dan kosong. Merindukan john? Lelaki itu tidak tahu seberapa besar kerinduan Michelle kepada nya. Seandainya rasa rindu itu silet, organ dalam Michelle bakal tersayat sayat. John ingin mencium Michelle, tapi urung Karena para pekerjanya sedang memperhatikan mereka. Sebaliknya, john hanya mengangguk Dan membalik kan kuda nya untuk bergabung kembali dengan Nev. Kedua lelaki itu Berkuda bersama selama beberapa waktu Dan Michelle bisa melihat Nev sesekali mengangguk sambil mendengar kan instruksi john. Setelah itu john berpacu meninggalkan Nev, memberi isyarat pada kuda kelabu itu dengan kakinya untuk berpacu dalam langkah langkah lebar yang dengan segera membawa mereka lenyap Dari pandangan. Meskipun sedikit rasa kehilangan melingkupi hatinya, Michelle tidak membiarkan dirinya melamun. Terlalu banyak kejadian, Dan meskipun pada pekerja john telah mengambil alih sebagian besar pekerjaan di peternakan, masih ada pekerjaan pekerjaan lain yang terlewatkan oleh para koboy itu. Jika tidak menyangkut masalah ternak Dan kuda, berarti itu bulan urusan mereka. Sekarang Michelle menemukan pekerjaan pekerjaan lain untuk mengisi waktu. Ia mengecat teras, memasang tiang baru untuk kotak pos, Dan melewatkan sebanyak mungkin waktu bersama para koboy. Peternakan yang sudah kembali hidup dengan semua aktivitas, debu, Dan segala macam bau serta sumpah serapah para koboy yang memenuhi udara. Ternak Michelle sudah di vaksin, anak anak sapi sudah di cap, ganteng ganteng muda sudah dikebiri. Dulu Michelle selalu mengernyitkan hidung melihat kegiatan itu, tapi sekarang ia memandang keliatan itu sebagai tanda kehidupan baik dalam peternakan maupun dalam dirinya sendiri. Pada hari kedua Nev mengendarai Mobil Mercedes ke rumah Michelle sementara salah satu pekerja membawa kan satu kuda ekstra untuk ditunggangi Nev pulang. Michelle tidak mampu menatap mata Nev ketika menerima kunci Mobil itu Dari tangannya, tapi lelaki iu tidak merasa fakta Michelle menyetir Mobil Nev sebagai satu yang janggal. Setelah begitu lama mengendarai pick up tua, kekuatan Dan responsivitas Mercedes itu aneh. Ia sangat berhati hati menempuh perjalanan panjang ke Tampa. Sulit rasanya membayangkan dirinya pernah bersikap sembrono pada Mobil Mobil sport mahal yang pernah dikendarainya selama bertahun tahun, tapi ia masih ingat sikap serampangannya pada Mobil porches putih Yang dibelikan ayahnya pada ulang tahun nya yang ke delapan belas. Jumlah uang yang dicerminkan Mobil mungil berwarna putih itu tidak membuat Michelle terkesan. Semuanya memang relatif. Waktu itu uang yang dibuang untuk membeli porches tidak terasa banyak. Seandainya memiliki uang dalam jumlah Yang sama sekarang, ia akan merasa kaya raya. Michelle menandatangai Surat Surat Yang ada di kantor pengacara john, kemudian langsung pulang Karena tidak ingin membawa Mercedes itu lebih lama Dari Yang diperlukan. Sisa minggu itu berlalu dengan tenang, meskipun Michelle berharap john akan menelpon Dan memberi tahu nya kapan ia akan kembali. Dua hari telah berubah menjadi Lima hari, Dan Michelle tidak bisa menghentikan berjuta keraguan yang muncul dan menyiksanya saat lengah.mungkin kah John sedang bersama wanita lain? Meskipun John ke Miami untuk urusan bisnis, Michelle tahu betul bagaimana wanita selalu mengerumuni lelaki itu Dan john tentunya tidak mungkin bekerja 24 jam sehari. John belum membuat komitment apapun dengan nya, lelaki itu bebas mengajak kencan wanita manapun kalau mau. Seseringvapapun Michelle mengulangi kata kata itu pada dirinya sendiri, hatinya masih terasa nyeri. Meski john tidak menelponnya, setidaknya roger juga tidak. Selama beberapa saat, Michelle takut kalau Roger akan menelponnya secara teratur, tapi keheningan yang menenangkan itu terus berlanjut. Mungkin ada orang atau kejadian lain yang menarik perhatian Roger. Mungkin urusan bisnis telah menyita semua waktunya.apapun alasannya, Michelle sangat bersyukur. Para koboy itu tidak datang hari jumat pagi. Ternak Michelle sudah merumput dengan tenang dipadang timur yang subur, semua pagar telah selesai diperbaiki, Dan semua pekerjaan lain telah dibereskan. Michelle memasukkan setumpuk pakaian Kotor ke meson cuci, kemudian menghabiskan waktu pagi itu untuk memotong rumput di pekarangan nya. Tubuhnya sudah basah kuyup oleh keringat ketika masuk rumah pada siang harinya untuk membuat makan siang. Suasana dirumah begitu tenang sehingga membuat Michelle merasa aneh, atau ini merupakan ketenangan belaka setelah sepanjang hari mendengar kan ruangan mesin pemotong rumput. Ia butuh air. Sambil menghembuskan nafas dengan keras, ia memutar keran supaya airnya menjadi dingin sementara ia mengambil gelas Dari lemari, tapi hanya beberapa gets air yang keluar Dari mulut keran, hingga akhirnya berhenti sama sekali. Mengerutkan kening, Michelle mematikan keran itu Dan memutar nya kembali. Tidak ada yang keluar, Michelle mencoba keran air panas nya. Tidak ada yang keluar. Sambil mengerang, Michelle bersandar ke bak cuci piring. Bagus sekarang mesin pompa airnya rusak. Setelah beberapa menit, baru lah Michelle melihat hubungan antara keheningan aneh didalam rumah dengan tidak adanya air, Dan perlahan lahan Michelle menegakkan tubuh. Dengan enggan Michelle mengulurkan tangan meraih saklar lampu Dan menyalakannya. Tidak terjadi apa apa. Listriknya sudah diputus. Itulah sebabnya suasana didalam rumah terasa begitu hening. Kulkasnya tidak berdengung, jam dinding tidak berdetak, kipas ingin dilangit langit juga tidak bergerak. Dengan nafas sesak, Michelle menghempaskan diri ke kursi. Ia sama sekali lupa tentang peringatan terahir itu. Ia memasukkan ke laci Dan melupakannya, perhatian nya teralih pada john Dan semua aktivitas di peternakan. Tapi seribu satu alasan tak ada gunanya, Michelle mengingat kan dirinya sendiri. Meskipun ingat tentang tagihan itu bukan berarti Michelle punya uang untuk membayarnya. Ia harus berfikir praktis sekarang. Manusia sudah hidup selama ribuan tahun tanpa listrik jadi ia juga pasti bisa. Ia tidak bisa memasak lagi; kompor, oven, Dan microwave memakai tenaga listrik, tapi ia toh bukan kiko paling top di dunia, jadi itu tidak terlalu penting. Ia bisa makan tanpa harus memasak. Kulkasnya kosong, hanya ada sedikit s**u Dan beberapa barang tidak jelas. Memikirkan s**u ia jadi teringat seberapa hausnya ia tadi, karena itu situangnya segelas s**u dingin Dan langsung menasukkan kembali karsus s**u itu ke kulkas. Ada lampu minyak Dan beberapa lilin di lemari makan, jadi ia bisa mendapatkan cahaya. Yang paling penting adalah air. Ia harus mendapatkan air untuk minum Dan mandi. Yah setidaknya ternaknya bisa minum Dari sungai dangkal yang berkelok kelok di padang Timur, jadi Michelle tidak perlu menghawatirkan hewan hewan itu. Ada sumur tua sejauh 100 meter di belakang rumah, tapi Michelle tidak tahu apakah sumur itu sudah kering atau ditutup karena ia Dan ayahnya sudah mempunyai sumur lain. Kalau pun sumur itu masih berfungsi, bagaimana ia bisa mengambil airnya? Ada tali panjang digudang, tapi ia tidak punya ember. Michelle masih punya $17, uang kontan yang terahir. Kalau memang sumur itu masih mengeluarkan air, Michelle akan mengendarai truck tua itu ke toko kelontong dan membeli ember. Michelle mengambil tali panjang Dari gudang, panci Dari dapur, Dan menempuh jarak 100 meter ke sumur. Ia harus menembus rumput Dan ilalang yang begitu tinggi hingga Michelle harus menyibakkannya sambil dengan gelisah melirik kesana kemari, berjaga kaga kalau Ada ular. Ia menggeser tutup kayu berat itu kesamping Dan melempar pancinya kedalam sumur, membiarkan tali panjang yangvperlahan meluncur Dari tangannya . sumur nya tidak terlalu dalam; satu atau dua detik berikutnya terdengar suara pancinya mencebur, Dan Michelle kembali menarik pancinya keatas ketika panvi itu sudah sampai ke bibir sumur, Michelle masih mendapatkan setengah cangkir air bersih meskipun panvi itu terbentur bentur dinding sumur saat dinaikkan, Dan ia mendesah lega. Sekarang ia hanya perlu membeli ember. Ketika matahati terbenam, Michelle yakin semua perintis memiliki tubuh berotot seperti incredible hulk karena semua ototnya pegal setengah mati. ia sudah menimba seember penuh air bersih lalu bolak balik ke rumah nya hingga ia tidak sanggup memikirkan nya. Listrik diputus ketika mesin cuci tengah mencuci, sehingga Michelle dengan terpaksa harus membilas semua pakaian dengan tangannya sendiri Dan menjemurnya diluar supaya kering. Ia juga harus menyediakan air untuk minum dan mandi belum lagi untuk mengguyur toilet. Kenyamanan hidup modern sama sekali tidak nyaman tanpa listrik. Tapi paling tidak, Michelle terlalu lelah sehingga langsung tidur dan tidak menghabiskan persediaan lilinnya. Michelle meletakkan sebatang lilin dipiring kecil Dan menaruhnya disamping tempat tidur, lengkap dengan korek api. Siapa tahu ia terbangun di tengah malam. Michelle langsung terlelap segera setelah ia berbaring di tempat tidur. Kesesokan paginya Michelle makan sandwich mentega kacang Dan jelly untuk sarapan. Setelah itu ia membersihkan kulkas supaya tidak mencium aroma makanan busuk. Rumah itu terasa sangat menekan, seakan sudah tidak berjiwa, jadi Michelle menghabiskan sebagian besar waktunya diluar, memandangi ternaknya me rumput Dan berfikir. Mungkin sebaiknya ia menjual ternaknya sekarang, dari pada menunggu hewan hewan itu menjadi gemuk. Ia mungkin tidak akan mendapatkan uang sebanyak jika ternaknya gemuk tapi ia harus memegang uang sekarang. Betapa bodoh dirinya membiarkan keadaan separah ini. Keangkuhan telah menghalanginya meminta nasihat Dan bantuan john untuk mengatur penjualan ternak; sekarang ia terpaksa meminta tolong pada lelaki itu. John pasti tahu siapa orang yang harus dihubunginya Dan bagaimana cara membawa ternak ini. Uang yang diperolehnya nanti akan bisa membantunya bertahan, memungkinkannya mengurus sisa ternak yang ada hingga musim semi, Dan pada saat itu ia akan sudah memiliki lebih banyak ternak yang siap dijual lagi. Keangkuhan memang perlu, tapi Michelle sudah membiarkan nya menjadi kebodohan. Tapi seandainya ini terjadi 10 hari yang lalu pun, Michelle tidak akan berfikir untuk meminta nasihat john. Waktu itu ia masih tidak mempercayai orang lain, sehingga tawaran seperti apapun malah akan membuat nya menjauh, bukannya mendekat. Tapi john tidak membiarkan nya menjauh; lelaki itu terus mengejarnya, mengurus segala sesuatu nya (meskipun Michelle terus memprotes) Dan dengan lembut merayunya. Benih kepercayaan Yang telah ditabur perlahan mulai tumbuh, meskipun Michelle masih takut membayangkan harus mengandalkan orang lain, sekali pun hanya untuk meminta nasihat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN