A few full moons later Seorang lelaki yang sangat, Arum kenali itu memanggil namanya, entah mau mencari baju atau sekedar ingin menggodanya. "Rum ...." sapanya membuat Arum tak percaya. Lelaki itu berjalan mendekat. Selarik senyum yang tersungging di bibirnya membuat Arum terpaku sejenak. Lelaki ini tak hentinya membuat Arum takut. Damar mantan suaminya itu datang ke butiknya. "Ya, ada yang bisa saya bantu, Pak?" "Gimana kabarmu, Rum?" Lelaki itu mengulurkan tangan. Arum tak menyambutnya, dengan ragu dan hanya mengangkat kedua tangannya. "Oh, jadi sekarang gak mau berjabat tangan? Pantesan," ujarnya mengantung kalimatnya. Arumi begitu kesal dan hanya mengangguk. Ia menoleh dengan dahi berkerut. Arum sontak tergelak datar ketika mendapati lelaki di sampingnya mengembangkan seny

