Luka tapi tak berdarah

1458 Kata

Benar saja mobil terparkir di rumah mewah, yang begitu indah. Bangunan yang tinggi juga terlihat begitu wah, tak sebagus rumah dulu namun, ini sangat luar biasa. Karena penduduknya masih sangat sedikit dan terlihat banyak pepohonan. Mereka keluar dari mobil dan mereka dibuat takjub oleh di sain yang begitu elegan. "Pa, ini rumah siapa?" Pak Dibyo tersenyum. "Ini rumah, Arum. Ma." "Apa ... ini serius, Pa." "Iya, Nak." "Tapi sepertinya ada penghuninya, rumah terlihat rapi juga bersih dan lampu-lampu menyala tak seperti rumah kosong, Pa." "Iya, masuklah ada kakak kandungmu di dalam." "Apa ...!" seketika Bu Farma tak sadarkan diri mendengar jika anaknya baik-baik saja. "Ma ... mama. Mas tolong angkat, Mama." Elang dan Pak Dibyo menganggkat tubuh Bu Fatma, Arum mengusapkan minyak ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN