"Apa, Rum salah, Ma. Kenapa, harus ada kebohongan, Ma?" "Mama, sudah bilang sama, Papa, Nak. Dan sepertinya, Papamu syok." "Ma, jangan kasihan, Papa bagaimana kesehatannya?" Pak Dibyo datang dan ikut memeluk Arumi. "Papa baik-baik saja, Nak." "Papa, apa yang harus, Arum lakukan?" "Sabarlah Nak, kita akan cari jalan solusinya, ya. Papa minta maaf ya telah menjerumuskanmu. Alhamdulillahnya kalian belum menikah." Arumi mengangguk. "Rum, tak apa-apa, Pa, asal, Mama dan Papa tidak sakit." "Iya, Nak. Papa kuat." Arumi lupa jika masih ada orang-orang yang begitu menyayanginya. Sampai ia lupa hanya memikirkan hati yang larut dalam permasalahan. Kenapa calon suaminya berbalik sembilan puluh derajat menjadi seperti ini? Ini ada apa? Ada apa dengan Levin, bahkan selama ini ia begitu baik namu

