Laki-laki itu duduk di kursi balkon kamar. Menyalakan rokok sambil mengenang kisah cintanya dengan Zhiandra dulu yang menikah hanya seumur jagung. Gadis yang dikenalnya semenjak bertemu di sebuah mall. Namun dulunya mereka hanya sebatas teman dekat. Kemudian saling menyadari telah jatuh cinta dan akhirnya berikrar menjadi suami istri. Entah berapa batang rokok yang habis ia hisap hingga tengah malam dan putungnya menjadi menghuni asbak di meja sebelahnya. Ia lalu bengkit dan mulai bekerja lagi karena ada barang datang. Elang masih memeriksa beberapa barang yang baru datang. Bengkelnya sangat rame, kali ini ia sibuk mengecek beberapa barang onderdil yang datang. Namun entah sedari pagi perasaannya tak enak. "Tolong segera cek, saya butuh secepatnya." Elang memberikan tugas pada anak bu

