Terbongkar

1847 Kata

"Fatma ... aku yang salah, karena menuduhmu. Setelah semuanya terungkap aku mencarimu kemana-mana Fatma." Fatma terdiam, beliau hanya menggenggam erat tangan Arum dengan erat. Tangan Bibi Fatma begitu dingin. "Sudah ... semua sudah berlalu, biarakan aku pergi Mas," pekik Bibi Fatma. "Kau tidak merindukan putramu? Tunggu dulu gadis ini mirip denganku Fatma, apa dia?" Dengan cepat Bibi Fatma menjawab, "Bukan dia bukan putrimu." 'Deg ... jadi apakah, dia ini ayah kandungku?' "Jangan bohong Fatma, aku sudah berubah dan aku dan Levin membutuhkanmu." Tangis diwajah Ibu Fatma tumpah, ia memeluk Arum dengan erat. Tubuhnya begitu dingin, lalu kepala Bibi Fatma sangat berat dan berputar hingga pandangannya menjadi gelap. "Bi ... bangun, Bi." "Fatma ... bangun hei. Ayo ikut Nak." lelaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN