Luka itu

1680 Kata

Arum berjalan masuk ke kamarnya, wanita itu duduk termenung di balkon kamar. Menatap bintang-bintang yang bersinar menerawang diatas sana. Namun perasaannya tidak seterang hatinya. Ia pun tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya, pada kenyataannya hatinya terasa begitu rapuh. Saat menginggat kejadian tadi sore di rumah Elang. "Aku keberatan kalau kau datang ke sini lagi Zhi," ucap Elang memanas sembari menunjuk kepada perempuan itu. Arum menoleh bingung siapa Zhi ini, dan menatap wanita itu tak mengerti dengan tatapan keheranan dan bingung. "Wanita inikah, yang membuatmu membuangku?" balas Zhi. Arum terdiam tak mengerti, apa ini sebenarnya. Ekspresi wajah wanita itu tampak datar, tapi jelas ia sangat tak suka melihat Arum berada disini. "Kau keterlaluan, Bang Elang!" Wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN