"Mas Levin yakin, enggak suka gadis tadi cantik lo." Goda Arum. Levin menghela napas barat, lalu menatap wajah adiknya yang begitu antusias menjodohkannya dengan temannya. "Enggak, sudahlah jangan menjodohkan aku, Rum." Sesaat Arum merasa seperti ada yang hilang. Entahlah begitu berat jika kakaknya kali ini jatuh cinta pasti hidupnya akan jadi sepi. "Ayo turun, kita sudah sampai," ucap Levin. Arum mengangguk. "Hmmm, gitu saja ngambek." Namun, ada rasa gelisah yang bersemayam dihati Arum. Entahlah ... kemudian ia mengingatkan dirinya bahwa memang sudah seharusnya ia mulai membiasakan diri. Agar nantinya tidak terlalu sakit saat harus melepas kakaknya ini untuk menikahi wanita lain. Arum masuk bersama Levin, suara degub jantung yang tidak beraturan menemani Arum, perasaannya kali

