Pertunangan

1156 Kata

Arum menatap cermin, ada seorang MUA yang merias wajahya. Wanita itu yang tadinya terlihat biasa menjadi semakin cantik setelah dirias. Penampilannya semakin cantik dengan balutan kostum dengan dres warna baby pink, serta tiara menawan sebagai hiasan di kepalanya. Dagub jantung Arum naik turun menahan rasa nervous yang tak terkira. "Wah, cantik sekali anak Mama sampai pangkling, Mama." Arum tersenyum. "Anak siapa dulu." "Cocok sama dengan Levin yang tampan. Semoga langgeng ya, Nak. Sampai ke pernikahan nanti." "Aamiin." "Iya semoga jodoh sampai tua ya, Nak." "Aamiin, Ma." Arum belum selesai di rias. Ia masih merasakan gugup yang luar biasa. Kali ini keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ya apapun itu Arum berusaha untuk merawat dan melindungi pernikahannya, dari segala yang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN