Jordan berjalan mondar-mandir di depan pintu rumahnya. Tadi dia lembur karena menggaji karyawannya, jadi dia pulang malam. Tapi saat dia pulang ke rumah, rumahnya dalam keadaan di kunci. Tapi bukan itu yang Jordan permasalahkan sekarang, karena dia juga memegang kunci cadangan. Hanya saja kemana Anisa malam-malam begini? Kenapa dia belum pulang? Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Harusnya kalau Anisa itu pergi ke rumah temannya atau kemanapun, Anisa mengabari dirinya dulu. Sehingga dirinya tidak terlalu khawatir seperti ini. Tapi ini tidak sama sekali. "Sial, nomer telponnya gak bisa di hubungi." Umpat Jordan sambil menghela nafas kasar. Dia menggegam handphone miliknya dengan nafas memburu. Baru saja dia berhenti bicara, telinganya sudah mendengar suara mesin mobil masuk kedalam

