Pandangan Dira teralihkan, dia melihat pada kaca spion. Sontak matanya melotot melihat sebuah mobil yang tampak mengikutinya. Berusaha berpikir positif bahwa itu hanya kebetulan saja, Dira tak ingin membuat dirinya sendiri merasa takut dengan isi pikiran yang terus menghantuinya. Menggigit pelan bibirnya, Dira terus memperhatikan ke arah spion itu dengan mata yang beberapa kali mengedip. Dia sama sekali tak mengalihkan atensi ke arah lain, seolah tontonan nya saat ini lebih menarik perhatian dari apapun itu. Sampai beberapa belokan yang dilakukan, mobil itu masih tetap berada di belakang seolah memiliki tujuan yang sama. "Azka, aku merasa kalau mobil di belakang sedang mengikuti kita," ujar Dira, mengeluarkan keluhan yang ada di dalam hatinya itu. "Ya, aku tahu. Biarkan saja, dia t

