Satu Kesempatan

2001 Kata

Dira telah siap memakai pakaian kerja nya. Rok hitam selutut dengan model rampel yang cukup dekat dengan kaos putih yang dilapiskan oleh kemeja abu-abu. Rambut sengaja diikatnya dengan tinggi agar tak mengganggu aktivitas dirinya nanti. Sekali lagi, Dira menengok ke arah jam. Ringisan pelan terdengar, dia hampir terlambat jika terus mengurus penampilan, sehingga buru-buru Dira mengambil tas nya dan berlari cepat menuju ke lantai satu. Untuk kali ini dia memakai lift agar bisa cepat sampai dalam keadaan selamat. Dilihatnya pada ruang tamu, ada Azka yang sudah siap ingin ke perusahaannya juga. "Kau berangkat bersama dengan ku saja," ujar Azka sembari membawa tas kerja nya. "Tapi---" "Aku akan mengantarkanmu dan pasti akan cepat sampai." Tanpa menunggu lama, Dira pun langsung meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN