Hari Pertunangan

1998 Kata

Keluar dari mobil, Dira telah merangkulkan tangannya dengan Azka. Mereka menatap rumah minimalis yang sederhana itu tampak mulai ramai, begitu juga dengan beberapa kendaraan yang telah diparkirkan di pekarangan rumah tetangga. Semenjak kedatangan mereka, banyak yang menyambutnya dengan sangat hangat, karena sebagian dari mereka adalah rekan-rekan Mika yang tentu dikenal oleh Dira juga. "Dira, ini suami mu?" tanya salah satu rekan kerja Dira dulu, seorang wanita yang tampak menatap suaminya dengan penuh rasa tertarik. Dira berdehem pelan, berusaha menyadarkan wanita itu dari ketertarikan pada suaminya. Kepalanya sengaja disandarkan pada bahu sang suami, seolah menunjukkan keromantisan di depan rekan kerja nya itu. "Ya, dia suami sederhana ku," ujar Dira sembari menekan kata akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN