'Mulailah cintai Azka.' Kalimat yang diutarakan oleh Dewi, sedari tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya, membuat hari Dira saat itu mulai tak tenang. Selama bersama dengan Azka, dia sama sekali tak memikirkan tentang cinta. Apakah karena dirinya terlalu nyaman pada pria itu, sampai pikirannya sama sekali tak ingin mengingat akan sesuatu yang tak pernah dirasakannya itu? Namun, kini Dira mulai bertanya-tanya. Apakah perasaan cinta itu sebenarnya sudah hadir di dalam dirinya? Hanya saja Dira belum menyadari perasaan tersebut sebelumnya. Jantung yang berdebar dengan sangat cepat kala merasakan perlakuan Azka yang sangat lembut kepadanya. Atau perasaan nyaman saat selalu bersama dengannya. Apakah itu semua cinta? Dira benar-benar butuh pengarahan oleh seseorang untuk menjawab semu

