Hujan datang setelah ibunya dikuburkan. Suasana di sana yang tadinya ramai oleh para pelayat, kini terlihat lebih sepi. Dira sama sekali tak memperdulikan hujan yang turun pada hari itu. Dia tak peduli baju dan tubuhnya kini basah oleh hujan tersebut, rasanya dia masih ingin tetap berada di sana, memeluk nisan bagaikan tubuh ringkih ibunya. Dia hanya sendirian di sana. Jiwa nya butuh kesendirian itu untuk menerima takdir yang menampar dirinya dengan begitu menyakitkan. Dira menatap pada kuburan itu, begitu banyak bunga yang melapisi kuburannya dan foto nya pun tampak masih terpampang jelas di dekat nisan nya. "Mengapa Ibu tak memanggilku. Harusnya aku berada di samping Ibu, saat mata indah itu mulai tertutup," ujar Dira dengan suaranya yang terdengar serak. Hujan deras yang tadi di

