Tujuh hari Dira berada di kampungnya. Selama tujuh hari berturut-turut itu terus diadakan tahlilan untuk mendoakan mendiang ibunya. Setelah itu, selesai. Mungkin hari ke empat puluh dan seratus hari akan diadakan lagi acara tahlilan. Sementara itu, Dira akan kembali pulang ke Jakarta. Masih ada banyak hal yang harus diurusnya, salah satu tentang pekerjaannya. Kali ini, Dira sama sekali tak peduli dengan pekerjaannya itu. Mungkin saja dirinya dipecat karena terus mengambil hari cuti, Dira harus siap menghadapinya. Kali ini, dia harus bisa mengikhlaskan karir nya hanya demi mental nya yang kurang baik. Ya, bisa dibilang bahwa dirinya saat ini menyerah. Keadaan lah yang membuat dia menjadi seperti saat ini. Lagian juga, Dira cukup trauma dengan kejadian kemarin, di mana dirinya ber

