"Kenapa kau tegang seperti itu, santailah!" ujar Pak Bram. Susah payah Dira tersenyum padanya, berusaha menunjukkan bahwa dia sama sekali tak merasa tegang saat ini kepada pria tersebut. "Jadi, apa yang ingin kau lakukan di pagi-pagi sekarang? Mengambil cuti lagi?" tanya dia dengan terkekeh pelan, seperti tengah mencibir karyawannya itu. Tangan Dira terangkat, dia menaruh amplop tersebut ke atas meja dan menggesernya dengan cukup pelan, mengarah pada bos nya. "Saya mengetahui semua kesalahan saya yang terlalu sering meminta cuti. Akhir-akhir ini saya memiliki masalah, jadi saya pikir ... saya ingin resign." Terlihat sekali perubahan raut wajah dari pria itu. Secepatnya Pak Bram meraih amplop dan meraih selembar kertas yang ada di dalam nya, membaca dengan sangat teliti isi surat te

