Trauma Mendalam

1000 Kata

Pemandangan Kota Jakarta yang dari lantai 10 itu menjadi salah itu hal yang menghibur Dira. Wanita itu sedari tadi terdiam dengan posisinya yang kini terduduk di atas ranjang. Pandangannya kosong mengarah pada jalanan yang ramai itu, melihat jalanan itu sangat padat sampai tak ada celah lagi. Dira seolah tak memiliki semangat lagi dalam memulai hari setelah kejadian itu. Trauma? Tentu saja dia merasa hal tersebut. Namun, sepintar itu dia masih menyembunyikan rasa takutnya. Meski bayang-bayang akan kejadian kemarin masih memasuki pikirannya, dia tetap saja diam, tapi tak ada yang tahu, bahwa tubuhnya bergetar penuh ketakutan saat itu. Untuk saat ini, dia butuh sendiri. Tak ada yang boleh mengganggunya, karena dia takut bahwa seseorang akan bertanya tentang kejadian itu. Tidak, mulutnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN