Tanggal pernikahan Dira dan Azka telah ditetapkan. Satu Minggu lagi tepatnya dan itu terasa sangat cepat sekali bagi Dira. Wanita itu merasakan perasaan aneh yang mulai bermunculan di dalam dirinya. Overthinking, Negatif thinking dan juga ketakutan menghantuinya. Dia gak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah menikah nanti. Dia tak hanya mengurus dirinya sendiri, tapi juga suaminya dan apakah dia mampu melakukannya? Oke, Dira memang mengakui kalau keputusan yang diambilnya saat ini memang terbilang terburu-buru. Dia belum mengenal jauh bagaimana tentang dunia pernikahan, bahkan mentalnya saja mungkin sangat lemah sekali. Dira menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kepalanya menggeleng dengan pelan, berusaha sebisa mungkin membuang jauh-jauh segala pikiran buruk yang terus dira

