Agusta POV "Sudah puas membuat Marvis sakit hati?" Aku menatap meneliti ke Elanor yang duduk disampingku dengan wajah tidak bersemangat, aku yakin dia menyesali perbuatannya memanasi Marvis tadi. Ya.. salahku juga karena mengikuti permainannya. "Dasar tsundere! Kau sudah mendengar sendiri isi hatinya, kenapa masih tidak bisa memaafkannya?" Elanor masih terdiam membisu mengabaikan kata-kataku, hingga akhirnya mobil yang aku kendarai sampai di depan rumah. Matanya langsung tertuju ke tenda yang terbuka tanpa terisi oleh pemiliknya. Hujan yang baru saja reda membuat halaman rumahku basah, untung saja aku menanam rumput peking sehingga halaman rumahku tidak akan menjadi becek. "Apa Marvis telah meninggalkan aku?" Akhirnya Elanor bersuara juga, terdengar serak menahan tangis. Dia berlari m

