Elanor memang tega! Padahal aku baru saja datang tapi ia sudah langsung mengusirku dengan kasarnya. "Aku bukan ukemu! Pergi sana!!" Usir Elanor dengan nada bicara angkuh memuakan itu. "Huuh! Dasar setan kejam! Kau ukeku, pacarku!" Aku merajuk, dengan sebal aku mendekati meja taman tempat Elanor menikmati acara minum teh ala-ala gadis bangsawannya. Namun baru saja aku mendudukan bokongku di kursi tepat dihadapan si setan, ia malah berlengak pergi dengan sombongnya ke dalam rumah.. Seketika itu juga aku langsung geram, ini menyebalkan!! Dengan sebel aku meletakan kucing kesayanganku, maksudku kucing Elanor ke atas meja. Lalu berjalan menyusul setan sadis itu, tanpa peringatan aku langsung saja memeluknya dari belakang, tanganku melingkar mesra di pinggangnya sementara aku menciumi tengku

