Aku terbangun di kamar Elanor yang kosong dengan keadaan baik, lebih tepatnya luka-lukaku telah dirawat dengan benar oleh sang setan pemilik kamar yang tidak menunjukan sosoknya. Elanorku~. Aku mencari-cari pisau perak milik Elanor, maksudku milikku, namun ternyata benda keramat seharga nyawaku itu telah disita kembali oleh si setan keji, meski aku telah mengobrak-abrik lemari pakaian Elanor yang ternyata terdapat beberapa setelan dress yang girly itu, aku tetap tidak dapat menemukan pisauku. Justru sebaliknya, semakin aku membongkar kamar bernuasa putih khas uke ini, aku malah menemukan beberapa hal mengerikan.. Jadi aku putuskan untuk segera keluar dari kamar tidur/gudang benda-benda mencurigakan itu dan pergi ke dapur. Lantaran tercium aroma pizza yang sedap dari sana.. apa Elanor sed

