Bastian terpaku di tempatnya berdiri. Jantungnya berdegup dengan kencang. Rasa sesak memenuhi dadanya. Berulang kali ia mempertajam pandangannya untuk melihat wanita di hadapannya. Tidak salah lagi... Dia, Bintang. Tanpa ia sadari, kakinya sudah melangkah mendekati wanita itu. Ia bersembunyi di balik tiang yang barada di belakang punggung wanita itu. 'Ini beneran kamu Bee? Ini takdir ketiga kita bagiku. Takdir pertama saat mobilku tidak sengaja menabrakmu. Takdir kedua, saat di kampus dan takdir ketiga mempertemukan kita di saat seperti ini. Kamu tahu betapa perihnya hatiku saat melihatmu.' Bastian bergumam di dalam hatinya, ia memperhatikan Bintang dalam diam dan menatap nanar Bintang yang tengah tertawa dengan lelaki di hadapannya, 'Apa sekarang takdir ketiga ini ingin memberitahukanku

