"Lo bodoh!" ujar Patricia dengan ketus. Tanpa ia sadari air matanya telah mengalir melalui kedua matanya. Patricia tahu bahwa sahabatnya itu hanya terlihat baik dan kuat diluar, tetapi hatinya masih terasa perih hingga saat ini. Bintang menarik Patricia ke dalam pelukannya. "Iya... Gue tahu kok kalau gue itu bodoh. Makanya gue perlu sahabat yang pintar kayak lo ini." Bintang mengeratkan pelukannya. Patricia tersenyum di dalam dekapan Bintang. Bintang telah menjadi wanita kuat seperti yang ia janjikan pada Patricia. Sahabatnya itu bukanlah seorang remaja yang hanya bisa menangisi kisah cintanya yang telah berakhir. Bintang telah menjadi wanita mandiri dan sukses, semua itu membuat Patricia bahagia dan bangga akan sahabatnya itu. "Gue sayang sama lo Bee..." gumam Patricia pelan. "Gue ju

