Saat Kenyataan Terasa Pahit

908 Kata

"Kenapa akhir-akhir ini kamu pulangnya malam Bas? Kerjaan kamu banyak ya? Biasanya metik teh sampai siang, kenapa sekarang sampai malam?" Bintang memijat kedua bahu Bastian saat lelaki itu tiba di rumah kontrakan mereka. "Aku ada kerjaan tambahan Bee." "Kerja tambahan apa Bas? Di kebun teh juga? Aku ikutan kerja ya Bas... Kasihan kalau kamu sendiri yang nyari uang buat kita berdua." Bastian tersenyum dan menarik tangan Bintang untuk memeluk lehernya. "Aku nggak capek sayang... Udah kewajiban aku untuk cari uang buat kita." Bastian mengusap punggung tangan Bintang, "Aku nggak mau kamu sampe kekurangan Bee... Uang kita masih bisa untuk daftarin kamu ke kampus yang ada di Bandung. Kamu kuliah lagi ya Bee?" Bastian melanjutkan perkataannya. Bintang tersenyun lirih dan menempelkan keningny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN