Masih Adakah Kesempatan Kedua?

941 Kata

Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul lima pagi. Bastian memasuki kawasan Ancol dan memakirkan mobilnya di tepi jalan. Bastian keluar dari mobilnya dan duduk di atas ayunan yang berada di atas pasir itu. Ia memejamkan matanya dan mencoba menikmati suara desiran ombak yang memenuhi indera pendengarannya. 'Sepertinya aku memang tidak akan pernah dapat kesempatan kedua.' Bastian tersenyum miris. *** Bintang membiarkan ombak menyapu kakinya yang telanjang. Ia menatap langit yang sebentar lagi akan segera menjadi terang. Ia memejamkan matanya dan menikmati angin laut yang menyentuh wajahnya dengan lembut, aroma asin dari air laut itu telah memenuhi indera penciumannya. Bintang seakan larut dalam nanyian ombak dan sentuhan angin itu. Bintang membuka kedua matanya saat ia merasakan tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN