Bastian duduk beralaskan pasir dan menatap ke hadapannya dengan kosong. Ia menunggu kedatangan Bintang semenjak langit masih cerah hingga langit berubah menjadi gelap, tetapi sampai saat ini sosok yang ditunggunya itu tidak pernah hadir kedahapannya. Bastian tersenyum miris dan menatap laut dihadapannya dengan sendu. Gemercik-gemercik air pada permukaan air laut yang perlahan menjadi keras membuat Bastian tersadar dari lamunan panjangnya. Bastian tidak berusaha untuk berteduh ataupun berlari ke tempat yang bisa melindunginya dari air hujan itu. Ia membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhnya, mungkin ia bisa sedikit mendinginkan kepalanya dengan air hujan itu. Sosok wanita yang berdiri tidak jauh dari tempat Bastian duduk itu hanya bisa tersenyum lirih tanpa melakukan apapun. "Kamu ma

