Buru-buru kutarik tubuh ke balik pagar. Berharap mereka belum melihatku datang. Penasaran apa yang sebenarnya dibicarakan selama ini? Aku yakin Ratih dan Alendra punya hubungan serius lebih dari sekedar teman. "Maaf. Bukan maksudku mempermainkanmu selama ini. Semua ini tidak bisa aku hindari." Alendra mengucap serius, sementara Ratih hanya diam. Wajah wanita itu tampak kecewa. Apa dia benar-benar jatuh cinta pada Alendra sialan itu? Tidak mendapat jawaban dari mulut Ratih, tangan pria itu tiba-tiba meraih tangan istriku. Seketika d**a ini terasa nyeri. "Tetaplah kuat, lihatlah gelang ini. Dia begitu manis. Dan kupikir selama kamu memakainya, akan membuatmu selalu ingat bahwa kamu adalah wanita yang kuat ...." Kurang ajar! Jadi gelang itu pemberiannya, kupikir Ratih membelinya sendi

