"Ram, kok bengong lagi?" Dika mendekat padaku. "Gue khawatir lo kesambet di tempat seramai ini," ucapnya ngasal. Kutarik tangan pria itu begitu dekat. "Ayok kita pergi!" Berusaha menjauhi kerumunan, dan ... Mayang. "Lo kenapa, sih?" "Gak papa. Males aja kalo makin banyak yang sadar ada orang ganteng kek gue di padang orang banyak seperti ini." "Hiss najis. Gak habis-habis lo narsis, Ram!" gerutu Dika yang pasrah kuseret pergi. "Om!" teriak Rama kecil memanggilku. Mereka mengejar rupanya. Sial Mayang. Dia sangat tahu kelemahanku sekarang. Langkahku dan Dika terhenti. "Anak lo, Ram," bisiknya sembari menatap Rama kecil yang berlari ke arah kami. "Rama? Ngapain ke sini?" tanyaku begitu jarak kami sudah dekat. "Mau ketemu Om," ceplosnya. "Ah, nggak kok Mas. Kebetulan kami emang

