"Kamu sehat, kan, Rat?" Sekarang gantian aku yang usil memegang kening wanita cantik di sampingku. "Ih, apa-an sih, Mas? Iseng aja." Ratih mengucap dengan wajah pura-pura kesal lalu berganti senyuman dengan cepat, aku pun tertular senyumnya hingga kami tertawa lebar bersama. Detik-detik berikutnya kami saling curi pandang. Yah, kehangatan kembali mengisi hati ini. Sudah lama sekali sejak aku bikin ulah pada istriku dulu. Tak terasa hari berganti malam, kami berkeliling aquarium sampai lupa waktu. Denisa dan Rama kecil, belum juga terlihat lelah. Mumpung ini adalah moment menyenangkan apa salahnya kami menghabiskan waktu bersama? "Bagaimana kalau anak-anak kita titipkan adikku dan kita pergi ke hotel?" godaku pada Ratih yang berjalan dengan bergelayut di lengan. Yang kemudian disusul

