Makhluk kecil yang juga bernama Rama itu tersenyum. Makin tak tega untuk meninggalkannya. "Em, yah. Baiklah. Ayo kita mau ke mana?" "Aseek! Lama mau liat ikan di aqualium!" Rama kecil berseru-seru. Kusambut dengan senyuman agar ia tak melihat betapa bimbangnya aku. "Kalau gitu ayo kita segera pergi!" Mayang ikut berseru. Kenapa dia bilang 'ayo'? Tentu saja aku tidak mau pergi bersamanya dan membuat Bu Wenda atau suaminya salah paham. Bisa saja keluarga Kusmawan punya orang suruhan untuk mengawasi menantu mereka. "Kita?" "Eem." Mayang mengangguk dengan penuh semangat. "Oh, maaf, May. Kamu mendingan nyusul pas kita udah selesai saja. Kita ini sama-sama punya pasangan, mana bisa jalan berdua, bawa Rama pula." "Tap-tapi, Mas." "Ya udah, nanti kalau Ramanya bosen, kita ketemuan di fo

