"Ratih." Mulutku nyeplos begitu saja setelah melihat sosok perempuan dalam gambar. "Ratih?" Dika menggaruk kepalanya. "Kok muka lo aneh gitu, Ram. Apa jangan-jangan, Ratih itu Ratih ...." Mendadak pikiranku tak karuan. Ada yang teremas di dalam d**a. Kenapa Ratih senekad itu? Kabur dan menginap dengan pria lain. Harusnya menunggu keputusan dariku, apakah aku mau menceraikannya apa tidak? Tanganku mengepal, membayangkan tengah memergoki Ratih dan Alendra berpelukan sampai tidur bersama di dalam hotel tanpa pakaian. Argh! Emosi sudah di titik nadir. Kugeleng-gelengkan kepala cepat agar enyah bayangan terkutuk itu dan bisa berpikir jernih kembali. "Bukannya lo bilang istri lo kurus dan gak menarik sama sekali. Gila lo, ini dari samping aja keliatan cantik." Dika akhirnya menangkap kega

