Lampu obor telah mati, tapi telinga Yiska masih mendengar suara derap kaki kuda itu berlari mendekat. Hanya beberapa saat, karena di menit berikutnya suara itu terhenti tiba-tiba. Menghilang dan kini hanya ada sepi yang menyelimuti. Yiska merasa lega sejenak, ketika tiba-tiba... “Mengapa anda mematikan obornya, Nona?” suara lirih Zenna sangat mengejutkan Yiska. Dalam gelap, perempuan itu menoleh pada Zenna, meski tentu saja dia tak bisa melihat Zenna. “Maaf, Nyonya. Saya mendengar derap kaki kuda. Saya khawatir itu derap kaki kuda Yoki. Saya tak ingin dia menemukan saya,” Yiska menjawab berbisik sambil meraba-raba untuk kembali duduk pada dipan kayu yang tadi digunakannya untuk tidur. “Ya, saya juga mendengarnya. Sebaiknya saya membangunkan Zonta,” Zenna menjawab lirih dan bergerak pel

