MENYUSUN RENCANA

4852 Kata

Usai mandi, Yiska memasuki biliknya. Dia membuka jendela kamar dan angin dingin segera merasuk ke dalam bilik tidurnya. Namun rasa dingin itu segera musnah tertimbun rasa bahagia dan haru ketika melihat cahaya dian yang berasal dari rumah-rumah warga yang malam ini sudah kebagian jatah minyak tanah. Yiska menoleh ke arah pintu bilik yang dibuka. Lansa masuk dengan wajahnya yang selalu datar tak ramah. Tapi Yiska sudah mulai terbiasa dengan ketidakramahan Lansa. “Udara di luar dingin, mengapa tak menutup jendela?” Lansa mendekat dan bertanya lirih ketika dilihatnya Yiska sedang berdiri didekat jendela. Lansa berdiri didekat Yiska, ikut menatap keluar. Angin malam yang sejuk namun cenderung dingin menerpa wajah keduanya. Bau harum menguar dari tubuh Lansa yang terlihat segar, sepertinya l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN