Pagi ini sebagaimana biasa, Yiska memberi anak-anak Cherokee sebuah kelas membaca. Kedatangan Christ dan Emma beberapa waktu lalu bahkan sangat membantu karena mereka membawa buku-buku untuk anak-anak. Aruma juga sudah sangat menerima kehadiran Yiska dan keluarganya dengan tangan terbuka dan sikap yang tak kalah hangat. Bahkan, Aruma dan Emma bisa berbincang dengan hangat tanpa kecanggungan sama sekali. Dalam diam, Yiska tersenyum haru melihat bagaimana Aruma bisa dengan lapang d**a kehadirannya dan juga Emma. “Aku tak menyangka mereka bisa berbincang seperti saudara,” kata Lansa suatu malam ketika menemani Yiska di bangsal yang biasa digunakan untuk mengajar anak-anak sekolah. Yiska menatap Lansa dengan senyum yang tak bisa disembunyikan bahwa dia juga merasakan sebuah kehanga

